Subdit 2 Harda Ungkap Penipuan Perumahan Syariah

banner 468x60

Semanggi – Sub Direktorat 2 Harta Benda (Subdit Harda) Reskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus penipuan berkedok perumahan syari’ah. Diringkus empat pelaku, dengan satu orang berinisial AD dan tiga lainnya sebagai marketing tanpa disebutkan inisial.

Demikian keterangan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (28/11/2019).

Muat Lebih

banner 300250

“Penipuan berkedok syariah tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2015 sampai dengan 2019,” ujarnya, didampingi Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dan Dirreskrimum Kombes Pol Suyudi Ario Seto.

Gatot menjelaskan, modus operandi pelaku adalah  menawarkan kepada masyarakat pembangunan Perumahan Syariah dengan melakukan kegiatan, menunjukkan lokasi kemudian melakukan ground breaking, juga membuat rumah-rumah contoh untuk meyakinkan korbannya.

Semakin meyakinkan, lanjutnya, tatkala para tersangka bersilat lidah dengan menyebut pembelian rumah tersebut dicicil tanpa dikenakan bunga bank atau yang lazim dikenal dengan riba.

Hal tersebut, kata Gatot, sebagai upaya menunjukkan bahwa bisnis rumah mereka terbukti berstatus rumah syariah, padahal hanya isapan jempol belaka.

“Kemudian tidak ada checking bank, inilah yang bikin menarik sehingga masyarakat datang ke sana dan tertarik untuk mengambil perumahan-perumahan tersebut, tapi faktanya sampai dengan sekarang rumah tersebut tidak ada yang dibangun bahkan mereka lari,” ucapnya..

Tercatat ada 270 orang yang menjadi korban dalam penipuan bertopeng agama itu. Dari total tersebut, Gatot menyebutkan, ada 41 orang yang melapor dalam kurun waktu 7-8 November 2019. Total kerugian yang ditanggung para korban sebesar Rp. 23 miliar.

“Uang tersebut digunakan sebagai biaya gaji para karyawan. Selain itu ia juga menuturkan sesuai pengakuan tersangka bahwa uang juga dipakai untuk land clearing (pembebasan lahan) serta untuk pembuatan miniatur perumahan sebagai contoh rumah,” tuturnya.

Adapun lokasi yang menjadi target pembangunan rumah namun tak kunjung terbangun tersebut adalah:

1. Perumahan Alexandria di Kabupaten Bogor.

1. Perumahan The New Alexandria di Bojong Gede, Bogor.

2. Perumahan Cordova di Cikarang

3. Perumahan Hagia Sophia di Bandung Timur.

4. Perumahan pesona Darussalam di Lampung.

Para tersangka kata Eddy terjerat kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan sekaligus Undang-Undang Perumahan. Selain itu tersangka juga dikenakan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Himbauan saya, kepada seluruh masyarakat, karena kasus-kasus terkait dengan Perumahan fiktif kemudian juga apartemen ini kan sudah beberapa kali kita tangani, oleh karena itu kalau membeli cek betul tanyakan betul status tanahnya dan lain sebagainya pengecekan, sehingga masyarakat tidak menjadi korban-korban berikutnya,” tegas Gatot. frynang

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *