Pelaporan Titi Sumawijaya Kepada Pendiri Kaskus Naik Ke Tahap Penyidikan

banner 468x60

Semanggi – Pengusaha Titi Sumawijaya Empel didampingi kuasa hukumnya, Jack Boyd Lapian kembali mendatangi Polda Metro Jaya untuk mengetahui sudah sampai mana pelaporannya, Jumat (15/11/2019).

Ia sempat melaporkan pendiri Kaskus, Andrew Darwis ke Polda Metro Jaya, atas dugaan pemalsuan dokumen dalam pinjam-meminjam uang dengan jaminan berupa sertifikat.

Muat Lebih

banner 300250

Kasus yang sedang ditangani Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, statusnya kini telah naik dari penyelidikan ke penyidikan.

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah mengeluarkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan ke kejaksaan.

Jack Lapian menyebut, kasus itu bermula ketika Titi meminjam uang senilai Rp 15 miliar kepada DW, diduga sebagai kepercayaan Andrew Darwis, dengan jaminan sertifikat gedung di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan.

“Saat ini laporan dugaan pemalsuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) telah masuk tahap penyidikan. Polisi juga telah memeriksa beberapa saksi, termasuk para saksi yang telah menjadi tersangka dugaan pemalsuan di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” ujarnya kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya.

Oleh penyidik, lanjut Jack, kasus dugaan pemalsuan dan TPPU yang diduga dilakukan oleh terlapor saudara Andrew Darwis telah naik statusnya ke penyidikan di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

“Jadi SPDP sudah dilayangkan penyidik ke kejaksaan tertanggal Kamis 14 November 2019,” kata Jack di Mapolda Metro Jaya, Jumat (15/11/2019).

Menurut Jack, kasus ini terkait dengan kasus penipuan yang ditangani Jatanras Polda Metro Jaya dan sedang dalam proses persidangan di PN Jakarta Selatan.

“Dengan naiknya kasus ini, dalam waktu dekat saudara Andrew Darwis selaku terlapor, pasti akan dipanggil penyidik. Kami harap dan percaya, bahwa penyidik profesional dalam menangani kasus ini,” kata Jack.

Titi menjelaskan kasus ini bermula saat ia meminjam uang sebesar Rp15 miliar kepada David Wira, yang disebut-sebut sebagai tangan kanan Andrew.

Dalam pinjaman itu, Titi memberikan jaminan berupa sertifikat gedung di Jalan Panglima Polim Raya, Jakarta Selatan pada November 2018. Namun, sertifikat itu diduga telah dialihkan kepemilikannya atas nama Andrew.

“Saya meminjam uang ke saudara David Wira yang diduga tangan kanan Andrew dengan jaminan sertifikat gedung, dari pinjaman Rp15 miliar yang terealisasi Rp5 miliar, dalam bentuk cek” tambah Titi.

Menurut Titi, cek Rp 5 Miliar yang diterimanya sebanyak 17 lembar itu ternyata cek kosong.

“Cek yang saya terima untuk pinjaman, ternyata cek kosong,” jelasnya.

Ia mengaku tertarik meminjam uang ke David Wira, karena bunga hanya 1 persen dan dapat dilunasi dalam jangka 13 tahun.

“Karena itu saya tertarik pinjam uang ke dia,” ucapnya.

Kuasa hukum Titi, Jack Lapian menambahkan, pada perjalanan waktu, sertifikat gedung milik pelapor di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, ternyata dibalik nama menjadi atas nama Susanto, awal Desember 2018, dan terakhir diubah lagi menjadi atas nama Andrew Darwis. Tak hanya itu, sertifikat pelapor saat ini telah diagunkan ke Bank UOB oleh terlapor.

“Banyak kejanggalan lah, makanya klien kami mendesak penyidik mengusut kasusnya,” lanjut Jack.

Merasa dirugikan, Titi melaporkan Andrew Darwis yakni dugaan tindak pidana TPPU yakni Pasal 263 ayat 2 KUHP, dan atau Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 3, 4, 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono membenarkan kasus dugaan pemalsuan dan TPPU dengan terlapor Andrew Darwis sudah naik dari tingkat penyelidikan ke penyidikan.

“Statusnya sudah naik dari penyelidikan ke penyidikan. Ini berarti akan didalami untuk dicari tersangkanya,” sambung Argo, saat dikonfirmasi wartawan.

Argo mengatakan untuk kasus ini pihaknya belum menetapkan tersangka. “Masih didalami dengan memeriksa kembali saksi dan ahli, serta terlapor,” tutupnya. frynang

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *