Korem 071/Wk Gelar Latihan Penanggulangan Bencana Di Banjarnegara

banner 468x60

Banjarnegara – Kepala Staf Korem 071/Wijayakusuma Letkol Inf Heri Sumitro,  membuka secara resmi Latihan Penanggulangan Bencana Alam Tanah Longsor wilayah Kabupaten Banjarnegara Tahun 2019, di Lapangan Tembak Desa Kebutuh Jurang Kec. Pagedongan Kab. Banjarnegara, Selasa (5/11/2019).

Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Kav Dani Wardhana dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Kasrem 071/Wijayakusuma menyampaikan, latihan terpadu penanggulangan bencana alam dilaksanakan untuk mendapat gambaran tentang kemampuan dan kesiapsiagaan operasional Kodim 0704/Banjarnegara dalam penanggulangan bencana alam.

Muat Lebih

banner 300250

Selain itu, katanya, untuk menguji validitas Rencana Tindakan Kontijensi (Rentikon)/Protap dalam rangka perbantuan TNI kepada Pemda serta untuk mensinkronkan langkah dan tindakan TNI dengan Polri, Pemda, BPBD, Ormas, LSM, Relawan dan masyarakat agar terdapat kesamaan visi, persepsi dan interprestasi tentang prosedur dan tindakan teknis dalam penanggulangan bencana alam diwilayah Banjarnegara.

Momen ini juga diharapkan dapat digunakan sebagai penyempurnaan protap penanggulangan bencana yang dimiliki oleh kabupaten Banjarnegara.

Perlu diketahui bersama, penyusunan Rentinkon/Protap penanggulangan bencana alam yang diterapkan oleh TNI AD tidak terlepas dari UU No.24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana alam dan Perkasad no 96/XI/2009 tentang pedoman penanganan bencana alam didaerah.

“Walaupun kita ketahui bersama Undang Undang tentang bencana alam saat ini sedang direvisi dan telah masuk kedalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas), ditegaskan bahwa TNI AD dalam penyusunan Protap khususnya protap penanggulangan bencana alam tidak terlepas dari segala ketentuan dan perundang undangan yang berlaku di negara kita,” tegas Danrem.

Latihan tersebut mengambil tema, Korem 071/Wijayakusuma melaksanakan tugas bantuan kepada Pemerintah Daerah dalam rangka menanggulangi bencana alam akibat tanah longsor di wilayah Kabupaten Banjarnegara. Diikuti sekitar 190 personel terdiri dari 40 personel penyelenggara dan 150 personel pelaku.

“Bencana alam merupakan suatu peristiwa luar biasa yang dapat menimbulkan kerugian bagi kita semua, baik harta benda maupun jiwa. Karena itu, dalam penanganan bencana alam diperlukan langkah-langkah yang cepat, tepat dan terintegritas sehingga bencana alam tersebut dapat tertangani dengan optimal, mulai tahap prabencana, mitigasi dan pasca bencana,” terang Danrem.

Danrem menegaskan, manajemen bencana sangat diperlukan bagi seluruh stake holder dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Indonesia sebagai negeri rawan bencana alam harus senantiasa memiliki kesiapan dan kewaspadaan terhadap segala kemungkinan bencana alam.

Menurutnya, masyarakat harus memiliki kesadaran dan tanggap terhadap bencana alam khususnya masyarakat yang berada dikawasan rawan bencana.

“Harus dipersiapkan sejak dini untuk mengantisipasi terjadinya bencana, dengan meningkatkan kepekaan masyarakat terhadap tanda-tanda alam/gejala-gejala akan terjadinya bencana,” ungkapnya.

Dengan digelarnya latihan ini, diharapkan mampu mengeliminir jatuhnya korban jiwa, termasuk pentingnya pemetaan wilayah-wilayah atau daerah-daerah rawan bencana oleh BPBD. Sehingga masyarakat yang tinggal diwilayah itu akan lebih tanggap dan waspada. frynang

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *