Subdit Harda Polda Metro Amankan Notaris Cianjur

banner 468x60

Jakarta – Subdit Harda Reskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus penipuan properti di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Polisi mengamankan W yang berperan sebagai pembeli tanah dan seorang notaris, N.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyampaikan, kasus tersebut diduga berkaitan dengan mafia properti yang sebelumnya sudah diamankan petugas.

Muat Lebih

banner 300250

“Pada bulan Juli Polda Metro Jaya menerima laporan terkait dugaan penggelapan dan penipuan di daerah Jagakarsa, kejadiannya pada bulan Mei 2019,” ujar Argo kepada Wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (04/11/2019).

Argo menjelaskan, tersangka W awalnya mendatangi rumah yang hendak dijual dan berpura-pura sebagai pembeli, kemudian membujuk korban dengan memberikan uang DP sebesar Rp 150 juta dari harga jual Rp 4,5 M.

Uang DP tersebut diberikan untuk meyakinkan korbannya,” ungkap Argo.

Setelah mendapatkan persetujuan jual beli tanah dari korban dengan segala cara yang dilakukan tersangka W, kemudian korban memberikan sertifikat tanah miliknya.

Untuk lebih meyakinkan korbannya, pelaku memberikan sertifikat tersebut kepada Notaris inisial N (bekerja sama oleh tersangka) yang berada di Cianjur, Jawa Barat.

Setelah jatuh tempo yang disepakati, lanjut Argo, korban menanyakan ke pelaku W kelanjutan transaksi penjualan rumah tersebut.

“Korban sempat menanyakan kepada pelaku kelanjutan transaksi rumahnya, namun tidak ada kabarnya” ucapnya.

Argo menambahkan, sertifikat tersebut kemudian dijaminkan oleh tersangka, untuk pembayaran hutang.

“Setelah dilakukan pemeriksaan cek dan ricek oleh penyidik ternyata sertifikat tersebut sudah di berikan ke pihak ke tiga. Korban tidak terima dan merasa dirugikan melaporkan ke Polda Metro Jaya,” ungkapnya.

Penyidik kini sedang mendalami kasus penipuan yang kuat dugaan juga dilakukan Notaris ini,  berkasnya sudah dilimpahkan ke kejaksaan.

“Tersangka W dan N sudah kita lakukan pengamanan dan juga akan kita cek apakah baru satu kali ini dia melakukan ini, atau apakah Ada korban yang lain,” tutup Argo.

Bersama tersangka, petugas mengamankan beberapa sertifikat tanah dan tanda terima.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 372 dengan ancaman pidananya di bawah lima tahun penjara. frynang

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *