Terlibat Peredaran Narkoba, BNN Cokok Sipir Lapas Langsa dan Istrinya

  • Whatsapp
Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari memberikan keterangan pers kasus penangkapan sipir Lapas Langsa dan istrinya dengan barang bukti 20,5 kg narkotika jenis sabu.
banner 468x60

Langsa – Badan Narkotika Nasional (BNN) mencokok Dustur, seorang PNS yang bertugas sebagai sipir Lapas Kelas II B Langsa.

Dustur dicokok bersama istrinya di lokasi terpisah pada Senin (7/10) lalu.

Dustur ditangkap di daerah Langsa, sementara istrinya Nur Maida ditangkap di rumahnya di Dusun Petua Amin, Gampong Jalan, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari kepada wartawan di Langsa, Jumat (11/10) mengatakan, Dustur dan istrinya diciduk berdasarkan informasi masyarakat yang menyebutkan ada pengiriman narkotika jenis sabu dari Malaysia menuju ke perairan Aceh Timur menggunakan boat.

Atas dasar informasi tersebut, kata Arman Depari, tim BNN kemudian melakukan penyelidikan. Dari hasil tersebut akhirnya diketahui ada salah satu oknum ASN yang bertugas di Lapas Kelas 2 B Langsa terlibat dalam peredaran gelap narkotika tersebut.

“Dari hasil penyelidikan mendalam akhirnya BNN menangkap seorang oknum sipir Lapas Kelas II B Langsa bernama Dustur di daerah Langsa pada Senin, 7 Oktober 2019 pukul 12.37 WIB,” kata Arman Depari di kantor BNNK Langsa.

“Dan saat diinterograsi akhirnta tersangka mengaku ada narkotika jenis sabu yang disimpan di rumahnya,” Arman menyambung.

BACA JUGA:

Selanjutnya tim BNN membawa Dusthur ke rumahnya di daerah Idi Rayeuk. Tiba di sana, tim BNN langsung melakukan pengepungan dan berhasil mengamankan seorang perempuan bernama Nur Maida yang berstatus sebagai istrinya Dustur.

Dustur, sipir Lapas kelas II B Langsa yang dicokok aparat BNN karena dugaan menyimpan dan mengedarkan narkotika jenis sabu dan lokasi penangkapan tersangka.

Kepada aparat BNN, istri Dustur akhirnya menunjukkan tempat penyimpanan sabu yang berada di sebelah lemari dapur rumahnya.

“Saat digeledah kita dapatkan satu karung warna putih yang di dalamnya terdapat 19 bungkus sabu ukuran satu kiloan,” Arman berujar.

Tak cuma itu, selanjutnya istri Dustur juga menunjukkan lagi satu bungkus sabu ukuran kemasan sedang yang disimpan di dalam lemari dapur mereka.

“Tersangka Dustur mengaku ada 48 kg yang disimpan. Namun sebagian sudah diedarkan dan tinggal tersisanya 20,5 kg,” ucap jenderal polisi bintang dua jebolan Batalyon Jananuraga Akpol 1985 ini.

Selain sabu, dari hasil operasi ini juga turut disita barang bukti satu unit mobil Honda Civic Nopol BK 6 RY dan dua unit ponsel milik Dustur dan istrinya. bem

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *