Kanwil BPN Banten Teken Kerjasama dengan Keuskupan Agung Jakarta dan Badan Wakaf Indonesia

Kanwil BPN Provinsi Banten meneken perjanjian kerjasama pengelolaan dan pendataan tanah wakaf dengan Keuskupan Agung Jakarta dan Badan Wakaf Indonesia.
banner 468x60

Serang – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) Provinsi Banten meneken perjanjian kerjasama pengelolaan dan pendataan tanah wakaf dengan Keuskupan Agung Jakarta dan Badan Wakaf Indonesia di aula Kanwil BPN Provinsi Banten, Serang, Jumat (27/9) lalu.

Penandatanganan kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang sudah dibuat sebelumnya antara Kanwil BPN Banten dengan kedua badan tersebut.

Romo Ary Dianto dari perwakilan Keuskupan Agung Jakarta mengatakan pihaknya sudah lama menunggu terlaksananya perjanjian kerjasama ini.

Pasalnya, lanjut dia, ada banyak persoalan terkait aset tanah di Keuskupan Agung Jakarta yang butuh bantuan BPN untuk didata.

“Kami sangat berterimakasih kepada BPN yang telah melakukan kerjasama ssbagai bentuk penyaluran aset-aset kami melalui pendataan,” kata Romo Ary Dianto.

Lebih lanjut dikatakannya juga, pihaknya sangat mengapresiasi fast respond dari Kepala Kanwil BPN Banten, Andi Tentri Abeng dan jajarannya terkait persoalan aset tanah yang dihadapi Keuskupan Agung Jakarta.

Di Provinsi Banten, Keuskupan Agung Jakarta memiliki sejumlah aset tanah yang tersebar di tiga wilayah yakni Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

BACA JUGA:

Ketua Badan Wakaf Indonesia Perwakilan Provinsi Banten, Prof Dr HB Syafuri, M.Hum, juga menyatakan apresiasi atas terlaksananya perjanjian kerjasama ini.

Dikatakannya, berdasarkan data yang dimiliki saat ini adalah lebih dari 21.000 bidang tanah di Provinsi Banten yang berstatus sebagai tanah wakaf.

“Oleh sebab itu perjanjian kerjasama seperti ini sangat penting. Sebab jika tidak dikelola dan diadministrasikan dengan baik menjadi sangat mungkin muncul potensi besar sengketa dari tanah-tanah wakaf tersebut,” kata HB Syafuri.

“Dan kita bersyukur dengan adanya perjanjian kerjasama ini kemungkinan muncul sengketa atas tanah wakaf menjadi bisa diminimalisir,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil BPN Provinsi Banten, Andi Tenri Abeng mengatakan perjanjan kerjasama ini terlaksana atas dasar semangat helpfull to each other.

“Kita tidak boleh saling menunggu dan berpikiran pragmatis. Harus mempunyai semangat membantu,” ujarnya.

“Kerjasama ini yang terpenting bukan seremonialnya. Tapi tindak lanjut dari perjanjian kerja sama itu sendiri. Untuk itu kita akan ditindaklanjuti dengan membentuk Kelompok Kerja (Pokja),” dia menambahkan.

Pokja yang dibentuk itu, lanjutnya, akan dimonitor langsung oleh Kanwil BPN Provinsi Banten dan akan dievaluasi tiap tiga bulan sekali. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *