Cekal Radikalisme, Kodim Jakbar Gelar Komsos Pemahaman Ideologi Pancasila

banner 468x60

JAKARTA – Komando Distrik Militer (Kodim) 0503/Jakarta Barat melaksanakan kegiatan Pembinaan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan Tema “Melalui kegiatan Pembinaan Komsos Cegah dan Tangkal Radikalisme/Separatisme, Kita Perkokoh Mentalitas dan Pemahaman Ideologi Pancasila Guna Mencegah Ancaman Radikalisme/Separatisme Dalam Rangka Mewujudkan Alat Juang Pertahanan Yang Tangguh”, yang digelar di Aula Makodim 0503/JB Jalan S. Parman, No. 3, Kel. Tomang, Kec. Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa (17/09/2019).

Dalam sambutannya Letkol Kav Valian Wicaksono menyampaikan, kegiatan ini merupakan  pembinaan masyarakat sebagai upaya mendeteksi dini terhadap gerakan kelompok yang mengarah pada radikalisme/separatisme.

Muat Lebih

banner 300250

Ia pun menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk menjalin komsos yang harmonis untuk meningkatkan tali silaturahmi prajurit TNI khususnya Kodim 0503/JB dengan komponen masyarakat dalam rangka mewujudkan cegah tangkal (cekal) radikalisme/separatisme.

“Radikalisme atau ada lagi yang katakan ekstrimisme itu terdiri dari radikal kanan, radikal kiri dan radikal lainnya yang bertujuan merubah ideologi bangsa Indonesia yaitu Pancasila, seperti yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945,” jelas Valian.

Selain itu juga, separatisme, yang ingin memecah belah NKRI. Semuanya itu harus di cegah dan ditangkal,” tandasnya.

Menurutnya kegiatan komsos ini juga untuk meningkatkan pengawasan dan cegah dini masyarakat terhadap kelompok radikalisme/separatisme terutama yang sudah dilarang. Sedangkan kepada anak muda, jangan mudah terpengaruh terhadap isu-isu yang tidak benar dan diharapkan bisa membangun bangsa dan negara sehingga lebih maju, aman dan sejahtera.

“Kita wujudkan saling pengertian dan pemahaman tentang peran, fungsi dan tugas masing-masing, bahkan diharapkan mampu mewujudkan suatu kemampuan komponen bangsa dalam ikut mengantisipasi serta mencegah terhadap muncul dan masuknya paham Radikalisme/Separatisme dalam perkembangan kondisi sosial yang pesat,” tegas Valian.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpengaruh terhadap kelompok maupun gerakan yang dapat merusak ideologi Pancasila, dan berani melaporkan kepada pihak yang berwenang apabila mengetahui akan adanya gerakan/kelompok tersebut.

“Pada intinya adalah kita sebagai aparat pemerintah mari kita laksanakan tugas kita sebagai pelayan masyarakat yang baik sehingga masyarakat menjadi senang dan aman dengan adanya kita disini,” tuturnya.

Sementara itu Pasi Intel Kodim 0503/JB, Lettu Inf Sriyanto dalam menyampaikan materinya memaparkan, pembulatan radikalisme dan intoleransi.

“Radikalisme adalah suatu paham yang inginkan perubahan dengan cara revolusioner, bersikap ekslusif, aktif menggunakan kekerasan dan merusak simbol fisik, radikalisme berada ditaraf aksi psikomoto, radikalisme dapat diobservasi secara terbuka oleh Dansat, rekan, anggota dan keluarga,” tambahnya.

“Intoleransi adalah suatu sikap yang tidak menghargai perbedaan, meliputi anti kebhinekaan, menolak demokrasi dan mengingkan untuk merubah Konsensus Nasional. Anti Konsensus Nasional (Pancasila UUD 1945, NKRI & Bhineka Tunggal Ika, Anti Demokrasi, Memiliki paham Takfiri (yang mau merusak Pancasila atau mengkafirkan tidak mengakui Pancasila),” sambungnya.

Turut hadir pada kesempatan itu Kasat Sabhara Polres Metro Jakarta Barat AKBP Haruaman Manurung, Ketua FKUB Jakarta Barat Lukman Hakim, Kepala Kesbangpol Jakarta Barat Dirham, Ketua FPK Jakarta Barat H. Ikhsan, para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan ormas. frynang

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *