8 Orang Sindikat Pengedar Sabu Jaringan Internasional Berakhir Di Polda Metro

banner 468x60

Semanggi – Subdit l Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil menggulung Rud, Zul, Wan, Lis, TK, Min, Bus dan Joel sindikat pengedar sabu jaringan Malaysia-Batam-Jakarta dengan barang bukti 9,5 kilogram.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono didampingi Kasubdit l AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan hal itu berawal dari informasi masyarakat tentang adanya transaksi  sabu.

“Awalnya petugas menerima laporan adanya transaksi narkoba jenis sabu di daerah pelabuhan Tanjung Priok, kemudian petugas mendalami dan melakukan penangkapan dua tersangka Zul dan Rud pada hari Jumat (09/09),” ujar Argo, kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17 /09/2019).

Argo menambahkan tersangka melakukan penyelundupan sabu tersebut dengan cara diselundupkan didalam sepatu .

“Dari hasil pemeriksaan petugas, para tersangka datang dari Batam ke pelabuhan Tanjung Priok dengan barang bukti sabu diselipkan dalam sepatu sebanyak 350 gram dan 92 gram dan mengaku atas perintah Wan, selanjutnya petugas melakukan pengembangan,” tuturnya.

Dari hasil penyelidikan dan pengembangan petugas mengamankan tersangka Wan di Batam

“Petugas mengamankan tersangka Wan di Batam dengan barang bukti sebanyak 1 kilogram sabu dan mengaku perintah DPO Y dan Joel (orang Aceh),” tambah Argo.

Argo menambahkan petugas melakukan interogasi kepada para tersangka dan mendapatkan informasi dari pelaku.

“Dari hasil pemeriksaan, petugas kemudian mengamankan tersangka Lis TK dan MIN,” ungkapnya.

Selanjutnya dari pengakuan tersangka TK mengaku memesan barang dari DPO Bus, yang berada di Malaysia .

“Tersangka TK ini memesan barang dari Bus yang berada di Malaysia dan sudah menjalani penahanan di Malaysia,” ucap Argo.

Selanjutnya petugas di bantu oleh Polda Kepri berhasil menangkap tersangka Joel selaku pemasok ke pengecer yang sebelumnya sudah di tahan .

“Tersangka Joel ini di tangkap di Riau dengan barang bukti 8 kilogram sabu, dia pemasok kepada tersangka Rud dan Zul yang diamankan sebelumnya menyelundupkan narkoba didalam sepatu,” ujar Argo.

Argo menjelaskan tersangka mengakui hasil penjualan narkotika di belanjakan rumah dan mobil

“Dari keterangan tersangka uang hasil penjualan narkotika di gunakan untuk membeli DP mobil HRV, DP rumah, membeli perahu dan membuat keramba ikan,” tutupnya .

Bersama tersangka, diamankan barang bukti narkoba seberat 9,5 kilogram sabu, 13 unit handphone berikut SIM card nya, dua buku tabungan, dan dua sepatu yang digunakan untuk membawa sabu.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 114, 112, 132 dan UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana dua puluh tahun penjara maksimal hukuman mati dan denda pidana maksimal sebesar Rp 10 miliar rupiah. frynang

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *