Ditreskrimsus Polda Metro Gulung Penyelundup Tekstil Jalur Internasional

banner 468x60

Semanggi – Subdit I Indag Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali mengungkap tindak pidana di bidang perdagangan dan perlindungan konsumen barang selendupan berupa tekstil, balpress, dan sepatu. Dari pengungkapan itu, empat pelaku  diamankan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengungkapkan modus para pelaku menyelundupkan barang ilegal itu dari Cina hingga sampai ke Indonesia.

Muat Lebih

banner 300250

Awalnya, para pelaku masuk dari negara Cina ke wilayah negara Malaysia melalui pelabuhan Pasir Gudang Johar. Kemudian barang dikirim ke pelabuhan Kuching, Serawak.

Sesampai barang di sana, selanjutnya barang dibawa menggunakan truk ke perbatasan wilayah Indonesia untuk kemudian diselundupkan melalui jalan darat alias jalan tikus ke wilayah Jagoi Babang, kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

“Isi barang diangkut dengan menggunakan truk besar (fuso) dari Pontianak melalui pelabuhan Dwikora dengan kapal angkut Fajar Bahari. Kemudian barang masuk ke pelabuhan Tagar (Marunda Center) Bekasi,” kata Gatot kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019).

Dari keterangan para pelaku, kata Gatot, mereka mengaku mengirim barang ilegal itu 4 kali dalam satu bulan. Sekali pengiriman hasilinya hampir miliaran rupiah.

“Satu bulan bisa masuk 4 kali ke Indonesia. Sekali masuk 5 miliar. Hitung saja. Ya sekitar 20 miliar lah,” ungkapnya, didampingi Kabid Humas Kombes Pol Argo Yuwono, Dir Reskrimsus Kombes Pol Iwan Kurniawan dan Kasubdit I Indag AKBP Sutarmo.

Dengan begitu, lanjutnya, dari bisnis barang- barang ilegal itu, negara mengalami kerugian dengan estimasi hampir 5 miliar.

Dari pengungkapan itu, polisi menyita ribuan barang bukti berupa 438 gulungan tekstil, 259 koli balpres pakaian baru, pakaian bekas, dan tas bekas serta 5.668 koli sepatu berbagai merek dengan total jumlah 120. 000 pasang sepatu.

Para tersangka diganjar Pasal 62 ayat (1) dan (2) UU RI No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dengan denda 2 miliar. frynang

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *