TP Sriwijaya Terus Tingkatkan Pembangunan Yang Dapat Dirasakan Manfaatnya

banner 468x60

Jakarta – Semarak HUT ke-51 Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya diisi dengan diskusi bertema “Peran Anggota DPRRI dan Pengusaha Dalam Meningkatkan Pembangunan Di Sumatera Bagian Selatan”, di Aldeoz Building, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Jumat (6/9/2019).

Tampil sebagai narasumber dalam kemasan Fokus Grup Diskusi tersebut anggota DPRRI Fauzi H. Amro dan Erwin Moeslimin Singajuru, sedangkan dari kalangan pengusaha diwakili oleh Sammy Hamzah, dengan moderator Darmawan dari TP Sriwijaya.

Muat Lebih

banner 300250

Fauzi H. Amro mengatakan, untuk itu kita berusaha memberikan penjelasan kepada masyarakat bahwa yang berpotensi menjadi anggota DPR bukanlah harus orang orang yang mempunyai banyak uang saja akan tetapi seorang yang akan menjadi angota DPR maupun DPRD adalah orang yang sangat mengerti daerahnya untuk dapat memajukan potensi ekonomi sosial dan budaya serta kearifan lokal yang ada di daerahnya.

Menurutnya, Sumsel ini penduduk 8,4 juta hampir 5,8 juta pemilih, perwakilan Sumsel ada 17 anggota DPRRI, kabupaten kota kita ada 17. Sumsel provinsi terkaya nomor 5 di Indonesia dari 34, tapi tingkat kemiskinan udah menurun ke 11, ada apa?.

Bicara tentang fungsi DPR, Erwin Singajuru sebagai anggota DPRRI, menuju 2 periode berharap sama kawan-kawan Dapil Sumsel ayolah sama-sama kita membantu sesuai dengan visi, sesuai dengan bidang dan kemampuan masing-masing membangun Sumatera Selatan supaya kita keluar dari kemiskinan.

Barometer kemiskinan, katanya, diukur dari index nilai kemiskinan, Pertama, orang melihat dari tingkat pendidikannya. Kedua, tingkat kesehatannya. Ketiga, kebersihannya dan terakhir baru jalan, lampu dan sebagainya.

“Infastruktur itulah yang mengeluarkan kita dari kemiskinan, harapan kita sebagai DPRRI, ya berbuat untuk tanah kelahiran kita, di daerah pemilihan kita,” ucapnya.

Sammy Hamzah dalam pemaparannya mengatakan, potensi migas di Sumsel sangat besar, seperti penemuan terbesar dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini, di Saka Kemang.

“Yang perlu dijaga di daerah adalah pengembangannya, juga menghitung manfaat bagi daerah. Harus ada tim dari daerah yang bersanding dengan tim dari ESDM maksimalkan manfaat bagi daerah,” tambahnya.

Selain migas, budidaya ikan air tawar sangat menguntungkan saat ini, apalagi komoditi ikan nila Indonesia sangat digemari oleh pasar dunia seperti Amerika, Eropa dan Jepang.

“Karena ikan nila dari Indonesia tidak tercemar oleh bahan kimia dan cita rasanya yang alami karena sistem ternaknya di perairan lepas seperti danau,” ujarnya.

Produksi ikan nila kita saat ini lebih kurang 130 ton pertahun jumlah itu bisa memasok pasar di Amerika sebesar 3% selebihnya masih di suplai dari Tiongkok, Chili, dan Honduras.

“Dengan demikian kita masih mempunyai pasar yang cukup terbuka bagi Indonesia untuk meningkatkan export ikan nila, peternakan ikan nila yang sudah ada saat ini di danau Toba, Sumatera Utara,” jelasnya.

Untuk meningkatkan export ikan nila sedang kita upayakan dengan melirik beberapa danau yang ada, salah satunya danau Ranau di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatra Selatan saat ini masih dalam tahap analisis dan penelitian apakah cocok untuk pengembangan ternak ikan nila.

“Kita jajaki pula kerja sama dengan peternak peternak lokal, agar bisa menambah penghasilan bagi peternak lokal,” tuturnya.

Selain diskusi, kegiatan HUT Ke-51 TP Sriwijaya juga dimeriahkan dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum TP Sriwijaya Komjen Pol (Purn) Susno Djuaji.

Turut hadir dalam kesampatan tersebut M. Qodari, Rajab Semendawai serta seluruh pengurus TP Sriwijaya. wan

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *