BNN Bongkar Jaringan Narkoba yang Dikendalikan Napi Lapas Cilegon

Barang bukti 20 bungkus narkotika jenis sabu seberat 30 kg dan 31.000 butir ekstasi yang dikendalikan oleh narapidana kasus narkoba, Adam, yang mendekam di Lapas Cilegon.
banner 468x60

Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar jaringan peredaran narkoba jenis sabu dan ekstasi yang dikendalikan Adam, narapidana kasus narkoba yang mendekam di Lapas Cilegon.

Dari pengungkapan ini, sebanyak 20 bungkus sabu kristal seberat 30 kg yang disembunyikan dalam ban serep mobil jenis double cabin Toyota Hilux dengan nopol B 9807 SBB berhasil didapat bersama seorang tersangka bernama Darwis di Pelabuhan Merak, Banten.

Kemudian pada saat bersamaan sebanyak 31.000 butir ekstasi juga diperoleh sebagai barang bukti bersama dua tersangka yang ditangkap di dua lokasi berbeda yakni Mirnawati di Jl Alternatif Tol Merak, Cilegon, Banten, dan Akbar alias Embang di Jl Wali Songo, Kota Jambi.

“Terbongkarnya jaringan ini merupakan hasil pengembangan dari empat kasus yang ditangani di empat TKP. Dan semuanya dikendalikan oleh Adam, narapidana penyelundupan sabu 54 kg dan ekstasi 41.000 butir yang divonis 20 tahun penjara,” terang Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari dalam keterangan tertulisnya yang diterima topikonline.co.id, Selasa, (20/8) malam.

“Adam masuk bui berdasarkan penangkapan BNN pada 8 Mei 2016 lalu di Pelabuhan Merak, Banten,” tambahnya lagi.

BACA JUGA:

Berdasarkan pengungkapan ini, Arman melanjutkan, BNN akhirnya menjemput Adam dari Lapas Cilegon guna kepentingan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

“Kita jemput Adam pada Selasa, 20 Agustus 2019 atas dugaan keterlibatannya sebagai pengendali peredaran gelap narkoba yang diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia lewat jalur darat melalui Jambi menuju Jakarta,” kata Arman.

Selain menjemput Adam dari Lapas dan menciduk tiga tersangka di Pelabuhan Merak, Cilegon dan Kota Jambi, jelasnya lagi, BNN juga menangkap satu tersangka lagi yang bernama Chandra di halaman parkir Hotel Fiducia, Jatinegara, Jakarta Timur.

“Tersangka Chandra berperan sebagai penerima kiriman narkoba jenis sabu di Jakarta. Jadi secara keseluruhan saat ini ada lima tersangka yang kita amankan beserta seluruh barang bukti di BNN,” Arman menjelaskan.

Jenderal polisi bintang dua jebolan Batalyon Jananuraga Akpol 1985 ini juga menuturkan, tersangka Adam sebenarnya sudah divonis hukuman mati di tingkat pengadilan negeri dan tinggi atas kasusnya.

Namun sayang, di tingkat kasasi vonis tersebut malah diperingan oleh Mahkamah Agung menjadi 20 tahun hukuman bui.

“Inilah akibat dari perubahan vonis hukuman dari mati menjadi 20 tahun dan diduga kuat ada permainan uang di belakangnya,” tegas Arman.

“Dan pada akhirnya, meski berada dalam penjara dia jadi tetap punya nyali untuk mengendalikan jaringan narkoba binaannya,” imbuhnya lagi dengan nada kesal. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *