Tutup Posko Nasional Sektor ESDM, Ini Penjelasan Kepala BPH Migas

banner 468x60

Jakarta – Kepala BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi) M Fanshurullah Asa menyampaikan sejumlah evaluasi Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selama Hari Raya Idul Fitri 2019. Posko Nasional ini dimulai sejak 21 Mei hingga 19 Juni.

“Hasil evaluasi posko dalam menghadapi lebaran, BPH Migas menyatakan tidak ada kelangkaan BBM selama mudik dan arus balik,” ujarnya kepada wartawan, di kantornya, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Muat Lebih

banner 300250

Menurutnya, hanya ada antrian panjang di beberapa titik menunggu pasokan. “Kondisi ketersediaan (stok) BBM selama masa Posko Nasional ESDM adalah normal, tidak terjadi kelangkaan BBM selama hari raya,” katanya.

Pembentukan posko ini bertujuan untuk mengamankan penyediaan dan pendistribusian BBM, gas, listrik dan kebencanaan geologi selama libur Hari Raya Idul Fitri 2019.

Dijelaskan, data ketersediaan BBM per tanggal 18 Juni 2019 adalah jenis Premium 19 hari, Pertalite 20 hari, Pertamax (Akra 92) 23 hari, Pertamax Turbo 58 hari, Solar (Akrasol) 31 hari, Dexlite 88 hari, Pertamina DEX 37 hari, Avtur 46 hari, dan Kerosene 80 hari.

Sementara untuk LPG mengalami kenaikan penyaluran sebesar 2,8% dibanding Daily
Objective Throughput (DOT).

“Kondisi Bahan Bakar Gas dan Jaringan Gas Bumi selama masa Posko adalah aman,” jelasnya.

Rerata Stok LPG sebesar 380.850 MT dengan Coverage Day selama 18 hari. Rata-rata penyaluran LPG selama masa Posko Idul Fitri 1440 H tahun 2019 sebesar 21.128 MT.

Untuk kelistrikan nasional, ucapnya, berada pada kondisi pasokan listrik aman. Kondisi beban puncak sistem ketenagalistrikan pengusahaan PLN di wilayah Jawa-Bali, Sumatera, dan Indonesia Timur pada hari Raya Idul Fitri (5 – 6 Juni 2019) mengalami penurunan sebesar 30% – 43%.

Pasokan Jawa-Bali berkurang sekitar 33% jika dibandingkan dengan beban puncak malam tanggal 20 Mei 2019 (beban puncak tertinggi pada periode posko nasional KESDM tahun 2019).

Tidak terdapat laporan korban jiwa pada kejadian-kejadian kebencanaan Geologi
tersebut.

Selain itu, ia juga menyampaikan sejumlah pengembangan untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat, yaitu
1. Kesiapan KIOSK BBM di jarak-jarak tertentu di tol harus dilengkapi modular,
motoris, dan stok BBM yang cukup.
2.Agar dipertimbangkan penggunaan genset pada Modular dispenser (Tol Trans Sumatra) sehingga operasi aman.
3. Hose truk tangki untuk pengisian modular SPBU agar sesuai dengan spesifikasi tangki
modular SPBU.
4. Diusulkan penggunaan sistem navigasi pada truk tangki BBM agar tidak terjadi
kesalahan pengiriman.
5. Kebijakan penutupan Rest Area di tol Cikampek diusulkan untuk dikaji kembali karena Rest Area selain dimanfaatkan untuk tempat pengisian BBM, dimanfaatkan juga untuk tempat beristirahat dan orang-orang yang sakit.
6.Pengelola jalan tol agar tidak mengenakan biaya sewa lahan SPBU Modular maupun
kios dalam rangka pemenuhan kebutuhan BBM selama lebaran.
7.Diusulkan penerapan Vehicle Counting System di tol Lampung – Palembang dalam
rangka mengurai/mengurangi penumpukan kendaraan.
8. Adanya pemberian insentif pada Petugas Satgas ESDM.
9.Adanya media center untuk Posko Nasional KESDM.
10. Adanya petugas Satgas yang ditempatkan di Kementerian Perhubungan
11. Komunikasi yang intensif dan real time antara petugas monitoring lapangan dengan Petugas Posko. fernang

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *