BNN Putus Rantai Peredaran Ganja Jaringan Aceh-Medan-Jakarta

Barang bukti ganja kering seberat 400 kg yang disimpan dalam dua peti kayu dari jaringan Abu (Aceh-Medan-Jakarta) yang berhasil diamankan BNN.
banner 468x60

Depok – Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil memutus rantai peredaran narkoba jenis ganja jaringan Abu (Aceh-Medan-Jakarta).

Dua tersangka bersama barang bukti dua peti kayu berisi ganja seberat 400 kg turut diamankan dalam operasi penangkapan yang digelar di Kota Depok, Senin (6/5) malam.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari dalam keterangan tertulisnya kepada topikonline.co.id mengatakan, ikhwal penangkapan bermula dari informasi berharga yang didapat BNN pada Minggu (5/5) malam.

Informasi tersebut mengatakan bahwa ada pengiriman narkotika jenis ganja kering dari Medan menuju Depok dengan ekspedisi DSI Cargo.

Ganja yang dikirim dimasukkan dalam peti kayu dan disemprot cat pylox untuk memunculkan aroma baru agar tak tercium anjing pelacak.

“Paket tersebut akhirnya singgah di PT TAM Cargo. Pada Senin (6/5) siang, paket itu diantarkan kurir PT TAM Cargo ke alamat Jl. Bungur No. 4 Kota Depok dengan nama penerima Rudy Winata,” jelas Arman di Jakarta, Selasa (7/5).

BACA JUGA:

Pun begitu, lanjut Arman, aparat BNN tak langsung melakukan penggerebekan setelah paket diterima di alamat tujuan. 

“Kita masih lakukan penyelidikan dan pemantauan terhadap target penerima. Sekitar pukul 21.00 WIB baru kita lakukan penangkapan terhadap target,” lanjutnya.

Selain mendapatkan dua tersangka yakni Ardi dan Ipul yang berperan sebagai gudang dan kurir, penangkapan dengan barang bukti 400 kg ganja kering ini juga turut mengamankan satu unit motor Honda Scoopy dan dua unit ponsel.

Saat ini kedua tersangka beserta seluruh barang bukti, termasuk juga tiga orang saksi, sudah dibawa ke kantor pusat BNN untuk proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. bem

banner 300x250
banner 468x60