BNN Gagalkan Penyelundupan 52 kg Sabu di Indragiri Hilir

Aparat BNN berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu seberat 52 kg asal Malaysia yang dikemas dalam bungkusan teh warna hijau dengan aksara Cina.
banner 468x60

Indragiri Hilir – Aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan Bea Cukai berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu di Pelabuhan Buruh, Indragiri Hilir, Riau.

Selain menyita barang bukti 50 bungkus sabu yang disimpan dalam dua karung dengan total berat 52 kg, juga diamankan tiga tersangka yang diciduk dari dua lokasi berbeda.

Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari dalam keterangan tertulisnya kepada topikonline.co.id, Minggu (28/4) malam mengatakan, pengungkapan kasus ini bisa dilakukan berkat informasi dari masyarakat kepada BNN.

“Kita mendapat laporan akan ada aktivitas penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia melalui jalur laut. Dari laporan itu, BNN bersama Bea Cukai kemudian melakukan penyelidikan dan pengintaian selama dua pekan,” jelas jenderal polisi bintang dua jebolan Batalyon Jananuraga Akpol 1985.

Dari hasil pengintaian itu, sambung Arman, pada Kamis, 24 April 2019 aparat BNN mencurigai satu speedboat yang merapat ke pantai Pelabuhan Buruh. Si pengendara speedboat kemudian berjumpa dengan seseorang yang mengendarai mobil Toyota Avanza.

“Dari situ kita lakukan penyergapan dan pemeriksaan kendaraan. Hasilnya, dua karung berisi narkoba jenis sabu dengan kemasan teh warna hijau dan bertuliskan aksara Cina didapat,” kata Arman.

“Pengendara mobil yakni Rusman juga berhasil diamankan, namun pengendara speedboat ketika itu berhasil melarikan diri,” tambahnya.

BACA JUGA:

Pun begitu, BNN tak butuh waktu lama untuk bisa menciduk si pengendara speedboat yang kabur.

Pada Jumat, 26 April 2019, si pengendara speedboat yang belakangan diketahui bernama Firdaus akhirnya bisa dicokok di Batam, Kepri.

Tak cuma Firdaus, BNN bahkan juga bisa menciduk Piara, seorang tersangka yang ternyata berperan sebagai pengendali bisnis jaringan narkoba ini.

“Kepada penyidik para tersangka mengaku mendapatkan sabu dari Johor, Malaysia. Barang haram tersebut dijemput dan diserahkan secara ship to ship di tengah laut berdasarkan titik koordinat yang sudah disepakati,” kata Arman.

Tersangka Firdaus dan Piara saat ini masih diamankan di Batam. Sementara tersangka Rusman bersama barang bukti 50 bungkus sabu seberat 52 kg dikandangkan di kantor BNNP Riau.

Selain narkoba jenis sabu, juga turut disita dalam kasus ini satu speedboat, mobil dan sepeda motor, alat-alat komunikasi seperti ponsel dan GPS, serta KTP dan paspor para tersangka.

BNN rencananya akan memberikan penjelasan resmi kasus ini kepada media di kantor BNNP pada Senin (29/4), sekitar pukul 10.30 WIB. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *