Kiprah Langka, Kowad Serka (K) Nur Habibah Lubis Jadi Babinsa di Lubuk Sikaping

Serka (K) Nur Habibah Lubis berinteraksi dengan warga sebagai Babinsa di Desa Lubuk Sikaping.
banner 468x60

Medan – Sosok Babinsa Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) masih langka di lingkungan TNI AD. Oleh karenanya, penunjukan Serka (K) Nur Habibah Lubis sebagai pembina wilayah di Desa Lubuk Sikaping, Pasaman, Sumatera Barat, bisa dibilang sebagai sesuatu yang spesial.

Demikian dikatakan Kapendam I/BB, Kolonel Inf Roy Hansen J.Sinaga, kepada awak media, di Media Centre Kodam I/BB, Jln Gatot Subroto Km 7,5 Medan, Sumatera Utara, Jumat (19/4) pagi.

Diungkapkan Kapendam, penunjukkan Serka (K) Nur Habibah Lubis sebagai Babinsa didasarkan kepada riwayat jabatannya yang selama ini berdinas di  Staf Teritorial Kodim 0305/Pasaman.

“Nur Habibah baru sekitar tujuh bulan bertugas sebagai Babinsa. Namun pengalaman dan pengetahuannya selama 11 tahun berdinas di TNI AD sudah memperlihatkan kemampuannya untuk cepat beradaptasi dengan masyarakat. Ia mudah senyum, ramah dan perhatian terhadap masyarakat,” jelas Kapendam.

Dasar itulah yang kemudian menjadi penilaian positif dari Pangdam I/BB, Mayjen TNI M Sabrar Fadhilah untuk menugaskan Nur Habibah Lubis sebagai Babinsa.

“Panglima (Pangdam I/BB) menilai keberadaan Kowad sebagai Babinsa di antara masyarakat sangat positif,” kata Kapendam.

“Kita harapkan hal ini bisa menjadi triger (pemicu) bagi Kowad-Kowad lainnya untuk meniti karir sebagai Babinsa,”  imbuhnya lagi.

Menurut Roy Hansen, Nur Habibah merupakan Kowad pertama yang ditunjuk sebagai Babinsa di lingkungan Kodam I/BB.

“Menjadi peristiwa langka. Selain (Babinsa) yang pertama di Kodam I/BB, istri dari Brigadir Kepala Alam Putra Sembiring yang berdinas di Sabhara Polres Pasaman ini juga adalah Kowad kedua yang menjadi Babinsa di seluruh jajaran TNI AD,” tuturnya lagi.

Untuk diketahui, selain Habibah, saat ini TNI AD juga telah menempatkan dua orang Kowad sebagai Babinsa, yaitu Serda (K) Yulita (Babinsa Buraen di Kupang) dan  Sertu (K) Anggraini Keintjem (Babinsa Kalibenteng di Semarang).

Sementara itu, Nur Habibah yang akrab dipanggil Bibah, saat dihubungi melalui telepon menyatakan tak pernah terpikir jika dirinya akan ditugaskan sebagai pembina wilayah teritorial seperti saat ini.

“Saat mendaftar, saya hanya berpikir bahwa setiap warga negara Indonesia, baik pria maupun wanita memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam membela negara Indonesia. Selepas lulus SMA tahun 2005 saya langsung mendaftar, tapi baru lulus jadi Siswa Secaba Kowad pada tahun 2007,” ungkapnya.

“Selain jumlahnya juga relatif sedikit, seleksinya pun sangat ketat. Tapi Alhamdulillah, setelah ikut pendidikan di Pusdik Kowad selama lima bulan akhirnya dilantik menjadi Sersan Dua pada tahun 2008,” sambungnya.

Terkait dengan jabatannya saat ini, wanita kelahiran Kota Pematangsiantar, 30 tahun lalu itu, mengungkapan bahwa dirinya merasa bangga dan senang bisa langsung berinteraksi dan terlibat langsung dalam membantu kesulitan masyarakat.

“Tugas pokok kita di antaranya menyiapkan ruang, alat dan kondisi juang wilayah yang tangguh. Ini tantangan bagi saya, untuk bersama-sama masyarakat dan pemerintah desa menciptakan ketahanan wilayah,” tegasnya.

Untuk menambah pengetahuan dan juga mendukung karirnya, selain sebagai ibu rumah tangga, Bibah juga  meluangkan waktu mengikuti kuliah Program D3 Komputer di salah satu universitas yang ada di Medan dan lulus pada tahun 2013.

“Setelah nikah pada tahun 2012, tantangan menjadi berat dan harus bagi waktu untuk dinas, keluarga dan pribadi yakni menyelesaikan kuliah. Dan akhirnya  saya baru dikaruniai anak perempuan, pada tahun 2014,” ia menuturkan.

Di tempat berbeda, Dandim 0305/Pasaman, Letkol Arh Pri Isdianto ketika dimintai tanggapannya mengatakan bahwa Babinsa yang memiliki tanggung jawab di tiga jorong (dusun) itu memiliki warna sendiri dalam membina masyarakat.

“Selama ini, Babinsa identik dengan pria. Namun keberadaan Habibah di masyarakat menjadi warna berbeda. Apalagi dia cukup cepat dalam membangun komunikasi dengan siapa saja,” puji Dandim. red

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *