Jelang Penutupan TMMD, Hubungan Emosional Sangat Dirasakan Warga Poncol

  • Whatsapp

Magetan – Selama Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) berlangsung hingga menjelang berakhirnya, personel Satuan Tugas (Satgas) TMMD wajib menginap di rumah-rumah penduduk desa.

Dari situ, TNI dan rakyat semakin erat hubungan emosionalnya. Prajurit TNI bukan saja pula menginap, namun mereka juga sering memasak dan makan bersama-sama di masing-masing rumah warga ataupun dilokasi pekerjaan TMMD. Senin (25/03/2019).

Dandim 0804/Magetan selaku Komandan Satgas TMMD 104 Letkol Czi Chotman Jumei Arisandy, SE mengungkapkan, TNI tidak bisa dipisahkan dari rakyat. Keberadaan TNI dari awal kelahiran selalu bersama rakyat.

“Sejarah mencatat, Panglima Besar Jenderal Sudirman perang gerilya melawan musuh NKRI dilakukan bersama-sama dengan rakyat. Itulah cikal bakal, TNI lahir dan tidak bisa dipisahkan dengan rakyat,” jelasnya.

Menurutnya, TMMD merupakan bagian dari implementasi kemanunggalan TNI dengan rakyat, karena itu TNI harus turun ke desa-desa dan dusun untuk ikut serta membangun dan memajukannya.

“Seluruh personel yang terlibat dalam TMMD tidur di rumah-rumah penduduk sebagai orangtua asuhnya. Uang lauk pauk yang diterima diserahkan kepada orangtua asuhnya untuk dinikmati bersama,” jelasnya

Hal tersebutnya, lanjutnya, sebagai bentuk kebersamaan dengan masyarakat dan tidak setiap saat kita memiliki momen seperti makan bersama berbaur penuh kekeluargaan, kebersamaan TNI di lokasi TMMD bersama warga merupakan simbol kemanunggal TNI dengan rakyat.

“TNI tidak bisa dipisahkan dari rakyat karena inti kekuatan pertahanan NKRI terletak pada kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tandasnya. frynang

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *