Warga Desa Petimbe Diajari Penanganan Bencana

banner 468x60

SIGI-Kecamatan Paloloh, Kabupaten Sigi merupakan salah satu wilayah yang rawan bencana. Tidak hanya bencana banjir, daerah yang berbatasan dengan kabupaten Poso ini juga rawan ditimpa bencana tanah longsor. Salah satu pemicunya adalah aksi penebangan ilegal yang dilakukan oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab.

Untuk itu, pemerintah kabupaten Sigi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan satgas TNI Manunggal Membangun (TMMD) ke-104 memberikan penyuluhan kepada warga kecamatan Paloloh, khususnya Desa Petimbe. Penyuluhan yang dilakukan di rumah ibadah dan diikuti 50 warga ini bertujuan membangun kesadaran warga dalam menjaga eksositem lingkungan dan tidak melakukan tindakan yang merusak alam maupun lingkungan, terutama penebangan liar.

Kepala BNPB Sigi yang diwakili Abram mengajak warga Desa Petimbe untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan serta ekoistem lainnya. Ditegaskan, rusaknya hutan akibat aksi pembalakan liar menjadi penyebab utama terjadinya banjir dan tanah longsor di wilayah Paloloh. Bencana alam itu tidak hanya menimbulkan korban materi tapi juga jiwa manusia. Karena ia mengajak warga untuk sama-sama melakukan upaya penanggulangan bencana.

Anggota Satgas TMMD ke-104 Donggala Kapten Sasela juga mengajak warga untuk sama-sama melestarikan hutan di wilayah kecamatan Paloloh. Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu dan mengakibatkan rusaknya jembatan penghubung kecamatan Paloloh dan Nokilalaki,sebutnya, disebabkan aksi pembalakan liar atau penebangan hutan secara ilegal. ‘’Jadi kalau kita tidak mau terkena bencana khususnya banjir dan tanah longsor mari kita sama-sama jaga dan pelihara hutan kita,’’kuncinya.(*)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *