TMMD Kodim Bekasi Sosialisasikan Kesehatan Reproduksi Pada SMA Kihajar Dewantoro

  • Whatsapp

JATILUHUR – Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) akan membuat remaja memiliki kesempatan yang lebih luas dalam menyiapkan dirinya lebih matang sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.

Ini juga akan menghindarkan dari risiko gangguan kesehatan reproduksi remaja yakni seksualitas, napza, HIV dan AIDS.

Bacaan Lainnya

banner 300250

Hal ini disampaikan ibu  Hj. Epiwan, S.ST dan ibu  Merry Agustina, SKM dari DPPKB Kota Bekasi kepada pelajar SMA Kihajar Dewantoro pada kegiatan non fisik TMMD ke-104 Kodim 0507/Bekasi di Jl. H. Dehir no. 65 Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan Jati Asih Kota Bekasi, Senin (11/03/2019).

Epiwan mengatakan, bila sampai remaja terpapar resiko tersebut akan mengganggu produktivitas dalam menempuh pendidikan, memulai berkeluarga, dan menjadi anggota masyarakat secara baik

Ia menuturkan, saat ini permasalahan remaja yang berkaitan dengan pernikahan dini dan tiga risiko itu terjadi karena adanya berbagai perubahan di sekitar lingkungan hidup remaja.

Menurutnya, itu disebabkan gaya hidup kelompok sebaya yang semakin bebas, hubungan kehidupan dalam keluarga yang semakin renggang dan tuntutan pendidikan atau pekerjaan yang semakin melahirkan persaingan antar remaja.

“Kondisi ini diperparah pesan media massa yang semakin serba boleh dan pola hidup bermasyarakat yang semakin individualistik,” katanya.

Remaja yang cenderung rentan terkena dampak kesehatan reproduksi adalah remaja putus sekolah, remaja jalanan, remaja penyalahguna napza, remaja yang mengalami kekerasan seksual, korban perkosaan dan pekerja seks komersial.

“Dengan mendapat informasi yang  benar mengenai resiko Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), maka diharapkan remaja akan semakin berhati-hati dalam melakukan aktifitas kehidupan reproduksinya,” pesannya pada siswa.

Ria (16) mengungkapkan materi yang disampaikan  tersebut memberikan pengertian dan kesadaran kepada kami pelajar siswa remaja agar  didalam merencanakan keluarga, mereka dapat mempertimbangkan berbagai aspek berkaitan dengan kehidupan berkeluarga, kesiapan fisik, mental, emosional,  pendidikan, sosial, ekonomi serta menentukan jumlah dan jarak kelahiran.

“Sosialisasi tentang Pendewasan usia perkawinan dan Kesehatan reproduksi kita juga diajarkan  di usia dewasa yang akan menjamin kesehatan reproduksi ideal bagi wanita sehingga kematian ibu melahirkan dapat dihindari. Perkawinan di usia dewasa juga akan memberikan keuntungan dalam hal kesiapan psikologis dan sosial ekonomi,” ungkapnya

Ditambahkan Ria, salah seorang siswi, ia berterimakasih pada TNI dalam kegiatan TMMD ke-104 Kodim 0507/Bekasi yang telah memberikan sosialisasi Pendewasan Usia Perkawinan dan kesehatan reproduksi, sehingga kami diusia remaja dapat memahami tentang resiko serta bahayanya.

Sosialisasi ini dihadiri sebanyak 103 yang terdiri dari para para Siswa-Siswa  Guru, DPPKB dan TNI. frynang

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *