Tangkap Vokalis Band Zivilia, Ditresnarkoba PMJ Gagalkan Peredaran Narkoba

  • Whatsapp

Semanggi – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya (PMJ) menangkap vokalis band Zivilia, Zulkifli (38) bersama 8 pengedar lainnya dan menggagalkan peredaran sabu dan ekstasi berskala besar. Dari 4 lokasi berbeda di Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan.

Demikian disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (08/03/2019) sore.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“Dari tangan 9 tersangka jaringan ini, berhasil disita sabu seberat 50,6 kg dan ekstasi sejumlah 54.000 butir, senilai sekitar Rp100 Miliar,” ujarnya, didampingi Kabid Humas PMJ Kombes Pol Argo Yuwono dan Direktur Reserse Narkoba PMJ Kombes Pol Suwondo Nainggolan.

Dilihat dari jumlah barang haram jenis sabu dan ekstasi yang diamankan, lanjutnya, diduga kuat jaringan ini merupakan jaringan narkoba internasional yang bekerja cukup sistematis.

“Mereka bekerja dengan sistem sel tertutup dimana bandar besarnya tidak kenal langsung dengan para bandar di bawahnya,” jelas Gatot.

Terkuaknya kasus ini, berawal dari ditangkapnya tiga tersangka yakni MB (25) alias Alfian alias Dimas, RSH (29) dan MRM (25) di Hotel Harris kamar 1030, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

“Dari mereka disita barang bukti sabu dengan berat 0,5 gram, 3 (tiga) buah HP berikut simcard, 3 (tiga) buah ATM dan uang Tunai Rp308.006.000,” ujar Kapolda.

“Meski narkoba yang kita dapati sedikit, penyidik mendalami uang Rp300 Juta lebih dari 3 tersangka ini. Akhirnya diketahui bahwa uang itu hasil penjualan narkoba jenis sabu dan ekstasi. Dari sini kita kembangkan kasus ini,” tambahnya.

Dari hasil pengembangan, pihaknya membekuk Zulkifli (38) alias Zul Zivilia. Ia dibekuk bersama MH (26) alias RIAN, HR (28) alias ANDU, D (26), dan seorang perempuan, di Apartemen Gading River View City Home Kawasan MOI Tower San Fransisco Lt 12 unit 1208, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (01/03) sore.

“Dari mereka disita sabu dengan berat 9,5 Kg, ekstasi 24.000 butir, 4 buah HP berikut simcard, 2 (dua) buah ATM, timbangan elektrik dan uang tunai Rp1.400.000,” kata Gatot.

“Dari sini kita kembangkan lagi ke bandar narkoba diatas mereka, yang diketahui ada di Palembang, Sumatera Selatan,” tambah mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan ini.

Di Palembang, jelasnya, Polisi membekuk IPW (25) di Hotel Excelton kamar 815, Jalan Demanglebardaun, Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (01/03) sekira pukul 21.00.

Dari IPW disita sabu sebanyak 25,643 Kg, ekstasi 5.000 butir, 1 (satu) buah HP berikut simcard, 1 (satu) buah ATM dan uang tunai Rp712.000.

Kemudian, lanjutnya, penyidik juga membekuk RR (35) sub bandar lainnya dari Hotel Aston kamar 1101, Palembang, Sumatera Selatan.

Selanjutnya dari RR disita barang bukti berupa sabu seberat 15,453 Kg, ekstasi sejumlah 25.000 butir, 1 (satu) buah HP berikut simcard, 1 (satu) buah ATM dan uang tunai Rp377.000.

“Jadi, totalnya ada sembilan tersangka jaringan pengedar narkoba yang kita bekuk termasuk Zul, seorang publik figur, vokalis band dengan barang bukti sabu seberat 50,6 kg dan ekstasi sejumlah 54 ribu butir,” ujar Gatot.

Kesembilan tersangka, ucapnya, dikenakan Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) juncto pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 Miliar dan paling banyak Rp10 Miliar,” tegasnya. @fernang

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *