Argo Pantes PHK Chief Security Yang Juga Mantan Petinju di Era Thn 1980-an

  • Whatsapp

TANGERANG – PT Argo Pantes Tbk secara sepihak telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada Jekson Silalahi Chief Security yang sudah mengabdi selama 30 tahun, mantan petinju nasional era 1980-an.

PHK tersebut dilakukan sejak bulan 5 bulan lalu. Tanpa pesangon seperti yg diamanatkan Undang Undang Perburuhan.

Bahkan, Jumat (01/03/2019) lalu, sejumlah orang suruhan perusahaan tersebut memutus aliran listrik dan air di rumah dinas yang masih didiaminya di Komplek PT Argo Pantes, Cikokol, Kota Tangerang.

Upaya itu dilakukan untuk memaksa Jekson Silalahi dan keluarganya meninggalkan rumah dinas, untuk tinggal di Asrama Damatex, Cikokol, Kota Tangerang.

“Selama ini saya dan keluarga memang masih bertahan di rumah dinas ini. Kalau pesangon dibayar perusahaan sesuai ketentuan Menteri Tenaga Kerja, ngapain saya tinggal di sini,” ujar Jekson.

Menurut pria yang berulangkali mendapat penghargaan sebagai karyawan teladan itu, dalam surat yang dikirim pihak perusahaan yang berkode bursa ARGO ini, pada Rabu (20/02) lalu, memintanya untuk mengambil pesangon sebesar Rp30 juta selambat-lambatnya, Kamis (28/02). Bila tidak diambil, perusahaan menganggapnya hangus.

“Penempatan rumah dinas hanya sampai tanggal 28 Februari 2019, apabila tidak melaksanakan ketentuan tersebut akan dilakukan pemadaman listrik dan pengambilan paksa,” demikian surat yang ditandatangani Widarsono, Kepala Bagian HRD PT Argo Pantes Tbk.

Sehubungan dengan tindakan semena-mena mem-PHK dirinya, Jekson Silalahi bersama kuasa hukumnya, dalam waktu dekat akan melaporkan masalah yang menimpanya ke kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang.

Jekson berharap, aparat pemerintah yang membidangi ketenagakerjaan memutuskan masalahnya dalam sidang perburuhan yang mengadirkan dirinya dengan perusahaan.

“Saya sebenarnya maunya masalah diselesaikan dengan baik. Saya puluhan tahun bekerja di PT Argo Pantes. Hidup mati saya ada di perusahaan itu,” ungkapnya.

Namun, lanjutnya, pihak perusahaan yang diwakili Widarsono bertindak semena-mena mulai dari surat pemutusan kerja pertama kali hingga negosiasi uang PHK.

“Apa boleh buat, saya akan melaporkan masalah ini ke Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Topikonline telah berusaha menghubungi Kabag HRD, Widarsono. Namun, tidak mendapat respon dari telepon genggamnya. ferry

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *