Peduli Lingkungan, Polres Lumajang Kerja Bakti Punguti Sampah Plastik

  • Whatsapp
Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban bersama istri dan jajaran Polres Lumajang melakukan kerja bakti memungut sampah plastik dalam rangka memeringati Hari Sampah Nasional 2019.

Lumajang – Dalam rangka kepedulian lingkungan sekaligus memeringati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019, jajaran Polres Lumajang bersama Bhayangkari cabang Lumajang mengadakan kerja bakti memungut sampah plastik.

Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Pencak Organisasi cabang Lumajang, Jalan Hasanuddin, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (20/2) pagi.

Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban mengatakan, penekanan kerja bakti memungut sampah plastik dilakukan karena permasalahan bahan plastik yang sulit terurai secara alami.

“Beberapa plastik perlu waktu puluhan tahun untuk bisa terurai, Bahkan ada yang butuh waktu ribuan tahun untuk bisa terurai secara alami. Ini menjadi persoalan yang harus kita tangani bersama dengan penuh kesadaran,” kata Arsal Sahban di lokasi kegiatan kerja bakti.

“Dan perlu juga diketahui, Indonesia menjadi salah satu penyumbang sampah plastik terbesar di dunia dan sebagian besar dari sampah plastik itu sudah mencemari laut kita dan mengancam kehidupan biota laut,” tambahnya lagi.

Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban mendorong gerobok sampah berisi sampah plastik yang berhasil dipunguti dalam aksi kerja bakti memeringati Hari Sampah Nasional 2019.

Dijelaskannya, secara ilmiah kantong plastik biasa butuh waktu antara 10 hingga 12 tahun untuk terurai. Sampah botol plastik butuh waktu lebih lama lagi yakni 20 tahun untuk terurai karena mengandung lapisan polimer yang lebih tebal.

“Apalagi sampah styrofoam yang banyak digunakan di Indonesia. Butuh waktu 500 tahun agar bisa hancur sempurna,” ucap perwira menengah jebolan Batalyon Parama Satwika Akpol 1998.

Dikatakannya lagi, Polres Lumajang sangat mengapresiasi para pemulung yang berusaha mengurangi timbunan sampah plastik di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

Meski tak bisa 100 persen menghilangkan sampah plastik, upaya dan inisiatif yang dilakukan para pemulung itu tetap harus diacungi jempol.

“Yang paling tepat adalah menerapkan manajemen sampah plastik, mulai dari lingkungan terkecil yaitu rumah tangga hingga skala besar meliputi kawasan. Tapi kembali, semua itu butuh kesadaran untuk melakukannya,” Arsal menandaskan.

Sebagai informasi tambahan, terkait permasalahan sampah plastik, para pecinta lingkungan di dunia internasional sudah menelurkan satu program yang dinamai 4R yakni Replace, Reduce, Recycle dan Reuse.

Replace artinya mengganti benda berbahan plastik dengan benda yang berbahan lain seperti logam, kaca atau kertas.

Kemudian Reduce artinya mengurangi penggunaan benda berbahan plastik sehingga bisa mengurangi limbahnya.

Lalu Recycle berarti mendaur ulang sampah plastik menjadi benda yang lebih berguna.

Terakhir yakni Reuse berarti menggunakan lagi benda-benda hasil daur ulang sampah plastik, atau lebih memilih produk plastik yang bertahan lebih lama. Bukan menggunakan produk plastik yang cuma untuk sekali pakai. bem

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *