Bareskrim Polri Bongkar Sindikat Narkoba Jalur Malaysia – Aceh – Medan

0
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Daniyanto dan Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Krisno Siregar menunjukkan barang bukti sabu yang disita dari sindikat narkoba internasional jalur Malaysia - Aceh - Medan.

Jakarta – Tim Satuan Tugas Narcotics Investigation Center (NIC) Bareskrim Polri membongkar jaringan narkoba internasional jalur Malaysia – Aceh – Medan.

Pembongkaran awal dimulai dari tertangkapnya tersangka Aps di Dusun Cilacap Nomor 112, Sidodadi Ramunia, Beringin, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Jumat (18/1) lalu.

“Tersangka Aps berperan sebagai pencari orang untuk memuat sabu dari Malaysia ke Indonesia. Tersangka bergerak atas perintah Ah yang saat ini masih kita buru,” jelas Wakil Direktur IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Krisno Siregar, Senin (4/4).

Dari penangkapan Aps, petugas lalu melakukan pengembangan dan akhirnya menangkap Ei di Desa Matang Glumpang II Meunasah Dayah, Peusangan, Bireun, Aceh, pada Sabtu (19/1).

Juga di hari yang sama petugas berhasil mencokok Jnd di halaman Masjid Raya Lama Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Menurut Krisno, tersangka Ei berperan memerintahkan Abg dan Rhm, keduanya DPO, untuk mengambil sabu di laut perbatasan Malaysia – Indonesia.

Sementara tersangka Jnd berperan menghubungi tersangka Ei untuk mencari boat dan orang untuk mengambil sabu di lautan.

“Abg dan Rhm saat ini masih kita buru. Diketahui boat mereka mogok dengan jarak sekitar 80 mil dari Kuala Idi saat mengambil sabu di lautan,” jelas Krisno.

“Karena boat mereka mogok, tersangka Ei dan Jnd menjemput Abg dan Rhm untuk mengambil sabu seberat 16 kg. Barang bukti sabu itu kemudian disimpan di rumah Ei,” tambahnya lagi.

Pada Minggu (20/1), Satgas NIC Bareskrim Polri juga berhasil menciduk tiga tersangka lagi dari jaringan ini.

Ketiga tersangka yang diciduk di hari tersebut adalah Syl, HS, dan Ah.

Tersangka Syl berperan menyuruh tersangka Jnd mencari boat dan orang untuk mengambil sabu di laut.

Kemudian tersangka Hs berperan mengambil sabu dari tersangka Jnd atas perintah Is yang mendekam di dalam lapas.

Sedangkan tersangka Ah berperan sebagai pemesan sabu dari Malaysia ke Indonesia atas perintah Is, lalu mencari boat dan orang untuk mengambil sabu serta jadi penghubung tersangka Aps.

Dari pengungkapan sindikat ini polisi menyita barang bukti 16 bungkus sabu seberat 16 kg, satu unit mobil Hammer, satu unit mobil Pajero Sport, satu unit mobil Camry, dan satu unit mobil CRV.

Sementara satu unit dump truck yang turut disita untuk sementara dititipkan di Polres Langsa.

BACA JUGA:

Dikatakan Krisno lagi, sindikat jalur Malaysia – Aceh – Medan ini bergerak dengan modus operandi pengiriman sabu melalui laut menggunakan boat dari Malaysia ke Aceh.

“Seluruh tersangka yang tertangkap langsung kita jerat pasal primair dan subsidair,” kata Krisno lagi.

Untuk jeratan primair para tersangka disangkakan Pasal 114 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Sedangkan untuk jeratan subsidair dikenakan Pasal 112 ayat 2 jo Pasal 132 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Untuk hukuman maksimal jeratan primair adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup ” kata Krisno.

“Sedangkan hukuman subsidair maksimal seumur hidup atau 20 tahun penjara,” ia menegaskan.

Mobil Hummer dan Pajero Sport jadi dua dari empat mobil yang disita polisi dari sindikat narkoba jalur Malaysia – Aceh – Medan.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Daniyanto menambahkan, selain menjerat dengan pasal narkoba, seluruh tersangka juga dikenakan pasal dari UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Penyidik Bareskrim Polri akan melapis jeratan terhadap para tersangka dengan UU TPPU,” ujar Eko.

“Lima mobil yang disita yakni Hummer, CRV, Pajero Sport, Camry, dan dump truck sudah kita dijadikan sebagai barang bukti hasil pencucian uang.”

“Sementara untuk aset tidak bergerak para tersangka seperti rumah, tanah dan apartemen, kita bekerja sama dengan Pemprov Sumatera Utara untuk menelusuri,” sambungnya lagi.

“Pokoknya kita akan miskinkan para tersangka untuk membuat mereka jera dan tak mengulangi lagi perbuatannya,” Eko menandaskan. bem/fer

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here