Pengaruh Sabu Jadi Motif Anak Bunuh Ayah Kandung di Cengkareng

0
Kapolsek Cengkareng, Kompol H Khoiri dan barang bukti senjata tajam jenis clurit yang digunakan tersangka untuk membunuh ayah kandungnya.

Jakarta – Kasus seorang anak tega membunuh ayah kandungnya di Cengkareng ternyata bukan akibat pengaruh minuman keras.

Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif terhadap PI (24), si anak yang membunuh ayahnya, akhirnya diketahui motif tindakan keji pelaku akibat pengaruh narkoba jenis sabu.

“Tersangka positif dalam pengaruh sabu saat membunuh ayahnya,” kata Kapolsek Cengkareng, Kompol H Khoiri di Mapolsek Cengkareng, Kamis (31/1).

“Tersangka juga mengaku sudah enam bulan rutin mengonsumsi sabu,” imbuhnya lagi.

Diberitakan sebelumnya, akibat tak terima ditegur saat menenggak minuman keras jenis anggur, tersangka jadi gelap mata dan tega menghabisi nyawa ayahnya dengan sebilah clurit.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (29/1) malam di Jalan Kapuk Sawah RT 010 RW 012, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.

BACA JUGA:

Dituturkan Khoiri, kronologi kejadian berawal saat tersangka bersama saksi (Udin dan Yudi) sedang menenggak minuman keras jenis anggur di pos RT 011 RW 012 pada sore hari.

Sambil minum anggur, tersangka membantu Udin melakukan servis TV milik saksi (Joyo) yang rumahnya berada di depan pos.

Saat menjelang Maghrib, tersangka tiba-tiba berujar kepada Udin, “Kalau nyervis yang bener dong lihat lihat orang”.

Tak terima atas omongan tersangka, Udin membalas dengan makian dan menoyor kepala tersangka serta menendang pelaku.

“Tersangka yang mendapat perlakuan dari Udin hanya diam saja tanpa perlawanan ketika itu,” jelas Khoiri.

Selanjutnya, sambung Khoiri, datang korban Abdurachman bin H Sadin (60) yang merupakan ayah kandung tersangka.

Melihat tersangka sedang menenggak minuman keras jenis anggur, korban kemudian menegur sembari jalan pulang ke rumah dan disusul tersangka.

Sesampainya di rumah, tersangka yang tak terima ditegur kemudian mencari korban yang sedang berada di dapur.

Setelah itu tersangka mengatakan, ‘Kok Bapak belain orang lain bukan belain anak sendiri,” kata Khoiri menirukan ucapan tersangka.

“Lantas korban menjawab, “Sama aja kalian berdua juga,” ujar Khoiri lagi.

Merasa tak terima dengan jawaban korban, tersangka langsung naik pitam.

Sebilah clurit langsung diambil dan diayunkan ke korban dan mengenai pangkal leher sebelah kiri. Korban pun seketika ambruk.

“Korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong,” jelas Khoiri.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Antonius menambahkan, tersangka bisa cepat diringkus berdasarkan hasil penyelidikan dan beberapa keterangan dari saksi-saksi.

“Dari hasil penyelidikan, kita amankan tersangka PI yang tidak lain adalah anak kandung korban,” kata Antonius ketika itu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan yang Mengakibatkan Korban Meninggal Dunia.

Ancaman hukuman maksimal yang bisa diterima tersangka adalah tujuh tahun penjara. bem

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here