Tak Terima Ditegur, Seorang Anak Tega Bunuh Ayahnya di Cengkareng

Tersangka PI, anak yang tega menghabisi nyawa ayah kandungnya di Cengkareng, Jakarta Barat.
banner 468x60

Jakarta – Seorang anak tega membunuh ayah kandungnya cuma gara-gara tak terima ditegur karena menenggak minuman keras.

Akibat hal sepele tersebut, pelaku yang berinisial PI (24), pun jadi gelap mata dan tega menghabisi nyawa ayahnya dengan sebilah clurit.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (29/1) malam di Jalan Kapuk Sawah RT 010 RW 012, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.

Kapolsek Cengkareng, Kompol H Khoiri menjelaskan, kronologi kejadian berawal saat pelaku bersama saksi (Udin dan Yudi) sedang menenggak minuman keras jenis anggur di pos RT 011 RW 012 pada sore hari.

Sambil minum anggur, pelaku membantu Udin melakukan servis TV milik saksi (Joyo) yang rumahnya berada di depan pos.

Saat menjelang Maghrib, pelaku tiba-tiba berujar kepada Udin, “Kalau nyervis yang bener dong lihat lihat orang”.

Tak terima atas omongan pelaku, Udin membalas dengan makian dan menoyor kepala pelaku serta menendang pelaku.

“Pelaku yang mendapat perlakuan dari Udin hanya diam saja tanpa perlawanan ketika itu,” jelas Khoiri.

BACA JUGA:

Selanjutnya, sambung Khoiri, datang korban Abdurachman bin H Sadin (60) yang merupakan ayah kandung pelaku.

Melihat pelaku sedang menenggak minuman keras, korban kemudian menegur sembari jalan pulang ke rumah dan disusul pelaku.

Sesampainya di rumah, pelaku yang tak terima ditegur kemudian mencari korban yang sedang berada di dapur.

Setelah itu pelaku mengatakan, ‘Kok Bapak belain orang lain bukan belain anak sendiri,” kata Khoiri menirukan ucapan pelaku.

“Lantas korban menjawab, “Sama aja kalian berdua juga,” ujar Khoiri lagi.

Merasa tak terima dengan jawaban korban, pelaku yang sudah dalam pengaruh alkohol langsung naik pitam.

Sebilah clurit langsung diambil dan diayunkan ke korban dan mengenai pangkal leher sebelah kiri. Korban pun seketika ambruk.

“Korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong,” jelas Khoiri.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Antonius menambahkan, berdasarkan hasil penyelidikan dan beberapa keterangan dari saksi-saksi pihaknya bisa langsung menciduk pelaku.

“Dari hasil penyelidikan, kita amankan tersangka PI yang tidak lain adalah anak kandung korban,” kata Antonius.

Untuk mempertanggungjawabkan erbuatannya, penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan yang Mengakibatkan Korban Meninggal Dunia.

Ancaman maksimal yang bisa diterima pelaku adalah hukuman penjara selama tujuh tahun. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *