Idham Azis, Jenderal Kabareskrim yang Sarat Pengalaman Menumpas Teroris

banner 468x60

Jakarta – Bulan Januari 2019 belum lah berganti, satu amanah sekaligus juga anugerah diterima Irjen Pol Idham Azis.

Dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/188/I/KEP.2019 tertanggal 22 Januari 2019, yang ditandatangani Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Eko Indra Heri, nama jenderal bintang dua kelahiran Kendari, 55 tahun silam, ini tertulis jelas sebagai salah satu perwira tinggi yang memeroleh promosi jabatan.

Muat Lebih

banner 300250

Irjen Pol Idham Azis, dalam surat telegram tersebut, tertulis mendapat kenaikan jabatan sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

Satu jabatan yang secara otomatis membuat bintang di pundaknya bertambah jadi tiga dan sahih menyandang pangkat Komisaris Jenderal (Komjen).

Di jabatan barunya ini, sosok Idham sendiri sebenarnya bukan orang baru. Sejak menamatkan pendidikannya di Akademi Kepolisian tahun 1988, Idham memang lebih banyak menghabiskan kariernya di bidang reserse.

Bahkan, ia juga termasuk salah satu perwira yang mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa atas prestasinya ketika bergabung dalam tim Densus 88 Antiteror.

Satu prestasi yang terbilang sangat luar biasanya karena Idham bersama para kompatriotnya berhasil melumpuhkan Dr Azahari bin Husin dan kelompoknya di Batu, Malang, Jawa Timur, pada 9 November 2005.

Dr Azahari bin Husin adalah seorang insinyur Malaysia yang diduga kuat menjadi otak di balik aksi teror Bom Bali 2002, Bom Bali 2005, dan sejumlah serangan teror lainnya yang dilakukan kelompok teroris Jamaah Islamiyah (JI).

Bersama dengan Noordin Mohammed Top, Dr Azahari kala itu menjadi buronan teroris paling dicari di Indonesia dan Malaysia.

Atas prestasinya ini, Idham yang ketika itu masih berpangkat AKBP dianugerahi penghargaan oleh Kapolri Jenderal Sutanto, bersama dengan para rekan kerjanya seperti, Tito Karnavian, Petrus Reinhard Golose, Rycko Amelza Dahniel, dan beberapa lainnya.

Sehari setelah berhasil melumpuhkan Dr Azahari, pada malam tanggal 10 November 2005, Brigjen Pol Surya Dharma memanggil dan memerintahkan Idham untuk berangkat ke Poso.

Esok harinya Idham langsung terbang dari Surabaya menuju Palu dan tiba di Poso pada sore harinya. Di sana ia langsung bergabung dengan Tito Karnavian yang sudah lebih dulu berada di sana.

Tito kemudian meminta Idham menjadi wakilnya dalam kasus investigasi mutilasi tiga gadis Kristen di Poso.

Tepat tanggal 12 November 2005, Idham pun resmi menjadi Wakil Ketua Satgas Antiteror Bareskrim Polri di Poso untuk mendampingi Tito Karnavian.

Setelah menduduki sejumlah jabatan di Densus 88 Antiteror, Idham lalu menjalani tour of duty sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat pada akhir 2008. Setahun berselang ia dimutasi menjadi Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya.

Pada September 2010, Idham kembali ke Densus 88 Antiteror dan menjabat sebagai Wakil Kepala Densus 88 mendampingi Tito. Jabatan ini dipegang sekitar 2,5 tahun.

Setelah itu Idham mendapat promosi jabatan sebagai Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri dengan pangkat Brigadir Jenderal (Brigjen) atau jenderal bintang satu.

Kemampuannya yang mumpuni di bidang antiterorisme pada akhirnya membuat Kapolri memilih Idham untuk menjadi Kapolda Sulawesi Tengah pada Oktober 2014.

Satu jabatan menantang untuknya karena Sulawesi Tengah dikenal sebagai daerah rawan konflik dengan kelompok sipil bersenjata.

Idham pun lagi-lagi terlibat operasi skala besar menumpas teroris yakni Operasi Camar Maleo (2014-2016), dan Operasi Tinombala (2016).

Pada Februari 2016, Idham kembali ditarik ke Mabes Polri untuk mengisi jabatan Inspektur Wilayah II Itwasum Polri.

Belum genap setahun menjabat, Idham kembali dimutasi sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri pada September 2016.

.Jabatan ini menjadi tanda promosi kepangkatannya sebagai jenderal bintang dua atau Inspektur Jenderal (Irjen).

Di tahun 2017, Idham kembali digeser ke wilayah sebagai Kapolda Metro Jaya. Dan kini, di awal 2019, ayah dari dua anak ini kembali ditarik ke Mabes Polri untuk mengisi pos jabatan yang lebih tinggi.

Jenderal yang sarat pengalaman antiterorisme ini terpilih menjadi Kabareskrim dan berhak menyandang tiga bintang di pundak. bem/fer

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *