TMMD Usai Kemanunggalan TNI-Rakyat Semakin Menguat

banner 468x60

BATANG – TMMD Reguler ke 103 tahun 2018 resmi ditutup, dan apa yang dilakukan TNI selama sebulan disambut dengan gembira oleh masyarakat termasuk diantaranya masyarakat Durenombo.

Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si., pun merasa bangga sekaligus merasakan kegembiraan masyarakat Desa Durenombo, pasalnya ditengah guyuran hujan, masyarakat sangat antusias menyaksikan rangkaian kegiatan upacara penutupan TMMD yang digelar di Lap. Desa Durenombo, Kec. Subah, Kab. Batang (13/11/2018).

Muat Lebih

banner 300250

Suasana ini memberikan gambaran bahwa kegiatan TMMD adalah awal dari hubungan kekeluargaan antara masyarakat dan prajurit TNI. Melalui TMMD ini, salah satu gambaran keberhasilan, sehingga kemanunggalan kebersamaan antara anggoota TNI, Polri dan seluruh masyarakat Durenombo benar-benar sudah terjalin. Ini merupakan kegembiraan yang luar biasa.

Seperti yang disampaikan Kepala Desa Durenombo H.Sireng yang mewakili warganya usai kegiatan upacara penutupan TMMD.

“Dua tahun yang lalu kendaraan sulit untuk bisa masuk ke desa kami, apalagi di musim hujan. Ketika musim panen, kita tidak bisa membawa hasilnya pulang kerumah, dan ini luar biasa, ini adalah jalan impian bagi warga kami. Alhamdulilah sekali dan kami hanya bisa berterima kasih, berterima kasih dan berterima kasih.”
Dalam kegembiraanya, warga juga merasa sedih, karena sudah sebulan mereka bersama prajurit TNI dalam suka maupun duka yang tentu banyak sukanya, mereka harus berpisah dengan berakhirnya TMMD ini.

“Kami merasa sedih, merasa kehilangan prajurit Bapak yang selama ini sudah bersama-sama kami dan sudah menjadi bagian dari keluarga kami”, keluh Kades kepada Pangdam.

Sementara itu, Kasad Jenderal TNI Mulyono dalam amanat tertulis yang dibacakan Pangdam IV/Diponegoro melalui TMMD terpancar semangat kebersamaan dan gotong royong. Hal ini yang menjadi refleksi kekuatan yang sangat besar dari segenap komponen bangsa untuk mengatasi berbagai persoalan pembangunan dan problematika kesejahteraan masyarakat.

Semangat kebersamaan seperti inilah yang sebenarnya merupakan hakikat dari Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, yang merupakan roh perjuangan Bangsa dan akan terus kita bangun serta pelihara. Kemanunggalan ini merupakan aktualisasi peran TNI dalam mewujudkan seluruh potensi wilayah dan masyarakat sebagai pendorong kemajuan Bangsa, yang bermuara pada terbentuknya kekuatan pertahanan nasional yang kokoh.

Dengan mengangkat tema “TNI Manunggal Rakyat dalam Mewujudkan Desa yang Maju, Sejahtera dan Demokratis.” Tema ini sejalan dengan visi Pemerintah Pusat melalui kebijakan “Membangun Indonesia dari pinggiran”.

Menurut Kasad, kebijakan ini memberikan kesempatan untuk membantu daerah-daerah yang belum tersentuh pembangunan secara merata, sekaligus sebagai momentum untuk menggelorakan kembali semangat gotong-royong serta memantapkan apa yang saya sebut sebagai Imunitas Bangsa.

Dijelaskan, bahwa konsep Imunitas Bangsa merupakan wujud kepedulian dan keprihatinan TNI AD dalam memandang persoalan sosial, yang berakar dari perubahan sikap hidup dan pudarnya nilai-nilai luhur budaya Bangsa, seperti semangat untuk bersatu, menghormati perbedaan, pantang menyerah dan rela berkorban.

Dengan berakhirnya TMMD, Kasad berpesan kepada Satgas TMMD untuk tetap mempertahankan kebersamaan dan kemanunggalan TNI-Rakyat serta meningkatkan semangat bekerja dan membangun bersama.

Yang tak kalah pentingnya, memelihara hasil program TMMD dan terus membangun serta mengembangkan potensi desa masing-masing.

Senada dengan Kasad, Pangdam menambahkan bahwa segala yang TNI persembahkan kepada masyarakat merupakan sebagian dari rangkaian kegiatan bhakti TNI yang dilaksanakan di 50 Kab/Kota di Indonesia. Khusus di wilayah Jateng dan DIY atau wilayah Kodam IV/Diponegoro TMMD Reguler 103 dilaksanakan di wilayah Batang, Sleman, Rembang dan Sragen, serta TMMD Sengkuyung yang diselenggarakan di seluruh Kab/Kota di Jateng dan DIY.

Disampaikan, semua yang dilakukan TNI merupakan usulan dari masyarakat yang ingin mendapatkan akses-akses kemudahan seperti desa lain. Dicontohkan, jalan dibangun sebagai sarana vital transportasi untuk mendukung perputaran roda perekonomian agar masyarakat menjadi sejahtera, adil dan makmur.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan TNI benar-benar membawa manfaatnya bagi masyarakat.”, ungkap Pangdam.

Terkait kekhawatiran masyarakat tentang berakhirnya program ini menjadi putus hubungan dengan TNI, Pangdam menegaskan bahwa TMMD merupakan awal dari kekeluargaan, justru untuk selanjutnya mari kita sama-sama menjaga kekeluargaan itu agar kemanunggalan TNI-Rakyat semakin kuat.

Yakin dan percaya bahwa TNI, Polri, Pemda dan Masyarakat akan terus bersatu dan tetap menjaga kekeluargaan yang sudah terjalin selama ini. Mari kita doakan, sehingga setiap saat TNI, Polri dan komponen masyarakat lain untuk bisa mewujudkan apa yang diinginkan masyarakat dalam rangka mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Hal ini mengingat, setelah 73 tahun Indonesia merdeka dan kaya raya, masih ada desa-desa yang perlu dukungan akses transportasi untuk meningkatkan roda perekonomian desa, jelas orang nomor satu di Kodam IV/Diponegoro.

Pada upacara penutupan ini, Pangdam disuguhi dengan Drumband, tari kolosal alas roban, para motor dan hiburan.

Usai upacara penutupan, Pangdam beserta tamu undangan melaksanakan pemotongan pita sebagai simbol diresmikannya jalan yang sudah diaspal sepanjang 2.359 meter di desa Duren Ombo. Tak hanya itu, secara simbolis Pangdam menyerahkan kunci sebagai tanda penyerahan rumah yang sudah direhab. Sebelum meninggalkan Desa Durenombo Pangdam memberikan bantuan paket sembako untuk 500 masyarakat yang membutuhkan, dan beberapa bantuan lainnya.

Pada Agenda ini Pangdam didampingi Danrem 071/ Wijaya Kusuma Kolonel Kav Dani Wardhana S.Sos., M.M., M.(Han), Bupati Batang H. Wihaji S.Ag., M.Pd., Kepala Direktorat Polda Jateng Kombes Pol Trihadi Sutono M.Si., Para Asisten Kasdam, Kapendam, Para Pejabat Forkompinda Batang, Para Toga dan Tomas Kabupaten Batang. Moment Penutupan TMMD Reg 103 Batang yang dihadiri sekitar 1000 orang diliputi suasana yang sangat meriah, antusias, guyub rukun, manunggal dan penuh keakraban. frynang

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *