Tonase Jengkol Di Kabupaten Batang Durenombo, Lokasi Tmmd

banner 468x60

BATANG – Nampak Andi (23) buruh pasar, warga Dusun/Desa Durenombo Kecamatan Subah, bersama istri, Vita (17) dan Ayu Lestari (11) adik kandung Andi, serta Serda Citro, Babinsa Koramil 13 Banyuputih, sedang memanen jengkol karena akses yang dibangun TMMD sudah bagus. Sabtu (3/11/18).

Andi mengaku dari hasil kerjanya di pasar, penghasilan/bulannya kurang lebih 1,5 juta rupiah. Jengkol di kebun warisan orang tuanya jarang dipanen karena akses rusak sebelumnya. Namun kini setelah jalan TMMD Reguler sepanjang 2,3 kilometer rata dan bagus, walaupun masih dalam pengaspalan, mereka mulai memanen hasil bumi andalan penduduk Durenombo dan sekitarnya.

Ia juga membenarkan penyampaian Kades, H. Sireng, bahwa pemasok puluhan ton jengkol setiap tahunnya adalah Desa Durenombo Kecamatan Subah, sehingga menjadikan desa sasaran TMMD Reguler Kodim 0736 Batang sebagai sentra jengkol Kabupaten Batang. Hampir sebagian besar warga memiliki 2 pokok tanaman ini sendiri. Andi menjual jengkol ke pasar atau dibeli tengkulak yang datang ke desa sebesar 14 ribu rupiah/kg. Sekitar 90 ton jengkol hasil panen di desanya dipasok ke berbagai pasar yang ada di Kabupaten Batang. Jumlah Kepala Keluarga di desa tersebut adalah 686 Kepala Keluarga (KK), dan jika dikalikan 2 maka jumlah pokok adalah 1.372 batang.

Dengan jalan aspal yang baru mengurai isolasi antar dusun, desa dan kecamatan tetangga, Pecalungan, maka kedepan diharapkan Sireng, Durenombo diketahui orang sebagai sentra dan pemasok jengkol terbesar di Kabupaten Batang. (Aan)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *