Korban Investasi Bodong Bitcoin Harap Polda Metro Jerat Pelaku dengan Pasal Berlapis

Jakarta – Kasus penipuan mata uang virtual bitcoin muncul di Indonesia. Salah seorang korban penipuan bitcoin, Sandy Budiman (33) mengungkapkan kasus tersebut, dengan laporan polisi yang telah dibuatnya ke Polda Metro Jaya sejak 1 September 2016 hingga sekarang.

Namun sayang, hingga kini laporan tersebut tak mendapat perhatian serius pihak kepolisian. Padahal barang bukti sudah cukup buat menjerat FW sebagai terlapor dugaan penipuan dengan pasal berlapis.

Mulai dari Pasal 9 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, Pasal 372 dan 374 KUHP tentang Pidana Penggelapan, Pasal 378 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan, Pasal 55 KUHP tentang Turut Serta Melakukan Perbuatan, Pasal 56 KUHP tentang Sengaja Memberi Bantuan Kesempatan dan Sarana atau Keterangan untuk Melakukan Kejahatan, dan Pasal 108 KUHAP di mana masyarakat melihat berhak ajukan laporan ke penyidik.

Selain pasal-pasal di atas, terlapor FW sebagai terduga pelaku penipuan investasi bitcoin juga bisa dikenakan Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Beleid pasal ini secara jelas mengatakan, Setiap orang yang menerima, atau menguasai, penempatan, pentransferan, pembayaran, hibah, sumbangan, penitipan, penukaran, atau menggunakan Harta Kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana (sesuai pasal 2 ayat (1) UU ini) dipidana karena Tindak Pidana Pencucian Uang dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

“Tapi sayangnya, sampai sekarang belum ada indikasi laporan saya diteruskan ke pengadilan, ataupun dihentikan oleh kepolisian,” ucap Sandy.

Kepada wartawan di Pojok Semanggi, Senin (29/10) malam, Sandy mengaku sebagai korban penipuan bitcoin lewat promo even-even besar yang di lakukan oleh leader situs www.btcpanda.com pada Januari 2016 silam.

“Berawal dari undangan even converensi mengenai bitcoin yang diselenggarakan oleh FW, HM dan 5 WNA, saya diarahkan investasi bitcoin di even tersebut,” jelas Sandy.

Sandy Budiman, korban penipuan sindikat investasi bodong bitcoin di Balai Wartawan Pojok Semanggi, Polda Metro Jaya.

“Setelah beberapa kali menghadiri even yang diselenggarakan oleh FW, saya akhirnya memantapkan diri untuk menghubungi FW, lalu di ajarkan cara investasi bitcoin tersebut secara detail.”

“Pada bulan April 2016 dengan nilai total 122 bitcoin, saya investasikan ke situs tersebut melalui referal link dan arahan FW, dengan nilai per bitcoin pada waktu itu Rp16 juta.”

“Jadi total kerugian yang saya alami akibat penipuan tersebut sebesar Rp1.952 miliar sesuai nilai bitcoin ketika itu,” ia membeberkan.

Dituturkan, awal mula penipuan FW disadarinya pada bulan Juni 2016 kala terjadi maintenance dan perubahan sistem pada situs www.btcpanda.com. Sejak maintenance itu investasinya tidak bisa ditarik lagi.

Mencium kejanggalan, Sandy  dan korban lainnya kompak melaporkan kejadian ini ke Polda Metro Jaya sebelum situs ditutup.

Dalam laporannya, Sandy melaporkan HM selaku top leader Indonesia dan FW selaku leader terbesar di Indonesia, yang menyebarkan investasi piramida berbalut Bitcoin.

Sementara pelaku utama WNA Malaysia, NO cs sudah pernah ditangkap dan diserahkan ke Polda Metro Jaya pada tahun 2016 silam, namub dilepas lagi karena alasan belum cukup alat bukti.

Padahal korban penipuan dari daerah lain juga turut melaporkan HM dan NO ke Polda Metro Jaya.

“Polisi ketika itu seperti tak tertarik menindak kasus laporan ini sampai kemudian situs investasi bitcoin itu offline,” kata Sandy.

“Penutupan situs tersebut membuat 122 bitcoin saya jadi kehilangan jejak sejak Oktober 2016,” tukasnya lagi.

Saat hal ini ditanyakan ke FW selaku leader yang memromosikan dan mengarahkan bitcoinnya di situs tersebut, “Fredy malah  berkilah dia juga member situs tersebut dan tak tahu kenapa situs www.btcpanda.com tutup.”

“Padahal undangan dan promo investasi bitcoin bertipe piramida di situs tersebut contact person-nya adalah FW, HM dan 5 orang WNA,” Sandy mengungkapkan.

Menurutnya, setelah situs www.btcpanda.com tutup FW diketahui sempat menghilang dan kembali melakukan aksi penipuannya dengan membuat atau memromosikan situs-situs baru dengan nomor telepon baru.

Dijelaskan Sandy,  FW sering memromosikan skema investasi piramida ponzy secara viral dengan even-even besar dan menjanjikan keuntungan berlipat.

Namun alih-alih mendapatkan keuntungan, investasi tersebut malah berujung penipuan uang dengan sarana bitcoin dan cryptocurrency lainnya.

FW, lanjut Sandy, memakai situs seperti contohnya: Btcpanda.com, Eurobit, Wecanbe, EA coin, Eco Coin, Edinar dan EXO-coin.io. Yang terbaru, dugaan penipuan FW dilakukan lewat situs Bigmatch.co.

Merasa geram dengan aksinya, masih kata Sandy, para korban skema investasi bodong lainnya berinisiatif mengajak dirinya untuk menjebak FW.

Tim penjebak memakai skenario berpura-pura ingin berinvestasi sesuai arahan FW. Skenario ini berjalan sesuai rencana dan FW sebagai salah satu pendiri dan promotor www.Bigmatch.co berhasil diamankan di Function Room 1 Apartemen Cilandak Town Square pada Sabtu (27/10).

“FW langsung kita giring ke Polda Metro Jaya. Tapi setelah ditahan 1 x 24 jam di Ditreskrimsus, ia dilepaskan lagi. Semoga saja polisi berlaku adil dan tidak ada keberpihakan,” Sandy berujar.

“Saya yang punya semua bukti penipuan piramida oleh FW dan sudah saya berikan ke penyidik saat pemeriksaan.”

“Akan terlihat aneh bilamana polisi gagal menjadikan FW sebagai tersangka dan mengikatnya dengan pasal berlapis yang tadi sudah saya katakan,” demikian Sandy Budiman menandaskan. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *