Akses Penghubung Dibangun TNI, Pengusaha Rongsok Tatap Masa Depan

banner 468x60

Baatang – Potret Sukirman (37) warga Dusun/Desa Durenombo Rt. 1 Rw. 2 Kecamatan Subah, saat memilah barang bekas/rongsokan plastik maupun kaleng dan sejenisnya untuk dikirim ke Desa Jragan Kecamatan Kandeman. Senin (22/10/18).

Mengaku senang dengan adanya TMMD Reguler 103 Kodim Batang membangun akses penghubung antar dusun di Desa Durenombo (Dusun Durenombo-Durensari), karena akan mempermudah pencarian barang bekas guna menopang kebutuhan keluarga kedepannya. walaupun dianggap sepele, namun perannya dalam upaya mendaur ulang sampah sangat membantu kelestarian lingkungan termasuk ekonomi warga yang mempunyai barang bekas. Omsetnya dari 300-500 ribu sekali kirim, dengan catatan sesuai pesanan.

Setelah di daur ulang, barang rongsokan sangat penting perannya dalam berbagai industri kerajinan, seperti sebagai bahan baku pembuatan alat-alat rumah tangga maupun industri lainnya termasuk pembuatan perkakas motor maupun mobil.

Selain pencari, pengepul dan penjual rongsok, Sukirman juga adalah tukang kayu. Ditanya Serka Hermasyah, anggota Satgas TMMD terkait pembangunan akses desa sepanjang total 2,3 kilometer (2,3 Km pengaspalan dan 442 meter terford), tanggapannya adalah sangat berterima kasih kepada pihak pemerintah daerah dan Kodim, karena Desun Durensari akan menjadi tempat pencarian barunya, termasuk selanjutnya Desa/Kecamatan Pecalungan. Alasannya sangatlah sederhana, jika dirinya akan menuju dusun tetangganya, Durensari, maka harus rela memutar jarak sejauh 17 kilometer/1 jam. Kedepan jarak itu akan terpangkas menjadi 3,7 kilometer dalam waktu 15 menit.

Pendapatannya akan lebih baik lagi seiring tempat baru untuk berburu barang bekas terfasilitasi berkat TMMD membangun desanya. Pasalnya akses ke dari Durenombo-Durensari-Pecalungan, terputus total selama ratusan tahun akibat longsor. (FRYANG)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *