MEMORI DI MUSIM HUJAN, KELUARGA CARIP

Batang- Carip (30) hidup di tengah Desa Durenombo, yang tepatnya di Dusun Durensari Rt 02/Rw 02 Desa Durenombo, Kecamatan Subah ,Kabupaten Batang Jawa Tengah. Dirinya tinggal bersama Dua buah hatinya di rumah tak layak huni yang nyaris rubuh.

Sejak ia meningkah sampai sekarang, rumah yang berada di Dusun Durensari ,Desa Durenomno Kecamatan Subah ini, merupakan rumah warisan dari orang tua. Namun Karena penghasilan yang paspasan sebagai buruh kuli batu sampai sekarang belum bisa merehapnya .

Namun berkat adanya TMMD (Tentara Manunggal Membangun Desa ), Rumah saudara carip bisa di Rehap, dengan sistem gotong royong bersama warga. Dan Rumah saudara Carip akan segera berdiri. “Ucap Serda Novianto Satgas TMMD.

Rumah berukuran 8×4 meter warisan orang tua Carip semakin tidak terawat dan nyaris roboh. Atap mulai bocor, dinding mulai rapuh dan terlihat sangat tidak layak untuk huni”
tutur Slamet Rumini (43),tetangga Carip.

Air mata Nasriyah mulai menetes melihat rumah papan yang dihuni disaat terakhir di robohkan oleh anggota TNI Kodim 0736/, Batang . Pondasi kokoh mulai terlihat dan itu adalah awal Dan akan di pasang herbel oleh Satgas dan warga.

“Saya ingat pada saat hujan pak rumah itu mulai dirobohkan TNI, suami memang ada niat untuk bangun rumah kami tapi karena penghasilan sebagai kuli batu ,alias paspasan, sampai Sekarang belum bisa direhap. Rumah sudah berdiri kurang lebih 50 %, saya dan Suami mengucapkan banyak berterima kasih atas bantuan ini semua,” kata Nasriyah saat ditemui di rumahnya, Minggu (21/10/2018).

Sesekali Nasriyah keluar dari rumah singgah sementara untuk melihat kondisi rumah yang sedang dibangun oleh prajurit TNI layaknya ‘sangkuriang’. Nasriyah menyebut prajurit siang malam mulai melanjutkan pondasi bangunan yang sudah berdiri kokoh.

“Tentara yang bangun rumah saya itu kerja siang malam, mereka gantian. Saya menangis karena ingat cita-cita suami saya untuk bangun rumah permanen sudah tercapai dan itu semua bukan untuk saya, tapi untuk anak-anak,” kata Nasriyah sembari terisak menahan air mata saat mengenang musim hujan tiba.

“Saya pikir warga yang mengalami nasib seperti saya banyak, tapi kalau bisa pemerintah jangan bergerak setelah viral di media. Mereka juga butuh bantuan, tapi tidak tau sama siapa harus mengadu,” katanya lagi.

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *