Tentara Yang Tak Ragu Jadi Tukang Kayu

Batang- Langkah kaki Sersan Satu (Sertu) Sodiq terhenti mendengar raungan mesin pasah kayu dari samping rumah warga. Dilihatnya seorang laki-laki paruh baya bertelanjang dada sedang menghaluskan lonjoran kayu sengon. Dibibirnya yang hitam dan keriput terselip rokok kretek yang masih saja mengepulkan asap meski sudah tidak terlihat lagi menyala.

Tak lebih lima menit berbasa-basi
mesin pasah kayu sudah berpindah tangan. Bak seorang tukang kayu profesional, Sertu Sodig dengan cekatan dan percaya diri mendorong alat penghalus kayu yang mengeluarkan bunyi memekakan telinga.

“Meskipun tentara, saya memiliki ilmu layaknya tukang kayu,” ujarnya, Minggu (21/10/18).

Ia menjelaskan, di dalam darahnya mengalir keahlian tukan dari orang tua. Jadi pekerjaan kayu sudah tidak kaget lagi.

Sertu Sodiq menambahkan, kedatangan dirinya menghampiri warga hanya sekedar membantu serta berusaha dekat.

“Kebetulan saja beliau tukang kayu, saya anak tukang kayu. Klop sudah kalau berusaha ingin membantu,” terangnya.(FRYANG)

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *