Cangkul Bupati Batang Diserahkan, Simbol Durenombo Dibangun

banner 468x60

BATANG – “TNI Manunggal Rakyat Dalam Mewujudkan Daerah Yang Maju, Sejahtera dan Demokratis” adalah tema yang diangkat dalam TMMD Reguler ke-103 Batang 2018. Upacara pembukaannya secara simbolis dilakukan penyerahan alat peralatan TMMD berupa cangkul dan sekop oleh Bupati, H. Wihaji, S.Ag.

Wihaji menyerahkannya kepada perwakilan Satgas TMMD yang ditunjuk, baik dari anggota TNI, Polres serta Linmas, di lapangan objek TMMD, Desa Durenombo Kecamatan Subah. Senin (15/10/18).

Dalam kesempatan yang sama, orang nomor satu di Batang ini, juga menyematkan pita simbolis pertanda pembangunan di desa terpelosok pinggiran Batang dimulai. Pembangunan dengan menggandeng TNI ini, adalah upaya dari pemerintah provinsi dan daerah guna segera menyetarakan infrastruktur umum seperti di daerah perkotaan. Dalam upacara, Dansatgas/Dandim 0736 Batang, Letkol Kav. Henry R.J Napitupulu membacakan target, sasaran maupun pendanaan TMMD Reguler di hadapan seluruh peserta upacara maupun ratusan warga yang menyaksikan.

Kesempatan yang sama, Bupati mengajak mengucap syukur karena berkat semangat gotong-royongan dan kebersamaan TNI-Rakyat melalui TMMD, dirinya dapat menyambangi Durenombo sekaligus bertatap muka dan beramah tamah dengan warga masyarakat yang terletak di perbukitan dengan ketinggian 200-300 mdpl dan sejauh 22,8 kilometer atau 39 menit dari pusat pemerintahan.

Menurutnya juga, Program TMMD ini adalah bagian dari cara merawat dan mengikat rasa kebersamaan dan gotong royong dalam mengatasi permasalahan kemiskinan di wilayah, dengan lebih menitik beratkan peningkatan kedaulatan pangan melalui perbaikan akses transportasi umum warga di desa tertinggal serta menekan pertumbuhan penduduk melalui kegiatan Non Fisiknya berupa pelayanan KB, penyuluhan maupun sosialisasi KB sehingga dapat lebih meningkatkan mutu dan kesejahteraan dari sebuah keluarga. Aspek lainnya adalah memperkuat rasa nasionalisme dan patriotisme warga masyarakat dalam mengisi kemerdekaan dengan pembangunan.

Oleh karenanya, Wihaji mengajak agar semua pihak bersinergi bahu-membahu membantu TNI dan warga setempat, tak hanya berpangku tangan melihat dan mengandalkan pemerintah saja. Rakyat diharapkan mandiri, berimprovisasi memaksimalkan seluruh potensi wilayah yang dimiliki, sedangkan pemerintah pasti melaksanakan tugas membangun namun skala prioritas dan bertahap.

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *