“Budidaya Lele Dumbo Terpal” Solusi Memanfaatkan Kondisi Wilayah

BATANG – Budidaya lele dumbo (Clarias sp), diangkat dalam kegiatan non fisik TMMD guna membangun total desa tertinggal pegunungan, dilakukan Kodim Batang dalam TMMD Reguler 103. Materi ini diambil sebab konsumsi pasar masih sangat tinggi. Kamis (18/10/18).

Kolam terpal dapat dijadikan solusi pemanfaatan lahan pekarangan sempit, pertumbuhannya cepat, minim modal atau dalam kondisi air yang buruk atau daerah yang kekurangan air seperti desa sasaran TMMD, Durenombo.

“Lele dumbo untuk keperluan konsumsi biasanya dipelihara mulai dari ukuran 5-7 cm atau lebih besar, untuk hasil panen cepat bisa dilakukan dalam waktu 2 bulan dengan pemberian makanan yang ekstra dan optimal. Angka kematian juga rendah sebab untuk ukuran yang besar lebih tahan terhadap penyakit. Untuk panen memerlukan waktu 3 sampai 4 bulan,” terang Ambar Puspita Ningsih (33) penyuluh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Batang.

Lebih lanjut dijabarkannya, untuk bibit ukuran 5-7 cm bisa diisi air 40 cm terlebih dahulu, agar tidak terlalu capek naik dan turun dasar kolam untuk mengambil oksigen, seiring dengan bertambah usia dan ukuran kedalaman air ditambah. Perlu disediakan rumpon karena lele merupakan ikan yang senang bersembunyi di daerah yang tertutup. Pelet diberikan 2 X sehari, bagus lagi lebih dari dua kali tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit.

Pakan alami seperti bekicot, kerang, keong emas, rayap dan lain-lain, sangat bagus diberikan selain menghemat ekonomi. Air perlu diganti sekitar 10-30 % setiap minggu, agar tempat tidak terlalu kotor dan berbau. Seleksi yang memiliki ukuran yang berbeda. Biasanya lele mengalami pertumbuhan yang tidak sama, sehingga jika tidak dipisahkan lele dengan ukuran kecil akan kalah bersaing dalam berebut makanan. Selain itu pisahkan jika ada ikan yang terindikasi terserang penyakit agar tidak menular.

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *