Resmob Polda Metro Cokok Penipu Berkedok Pamen Polri

Tersangka Albert dipertontonkan di depan wartawan lengkap dengan PDL Polri berpangkat Komisaris Polisi.
banner 468x60

Jakarta – Aparat Resmob Polda Metro Jaya mencokok Albert (36), seorang tersangka penipuan yang berkedok sebagai perwira menengah (Pamen) Polri dan bertugas di Spripim Mabes Polri.

Aksi penipuan tersangka bermula dari kedatangannya dengan seragam PDL Polri berpangkat komisaris polisi ke Polres Kabupaten Bekasi. Kedatangan tersangka ketika itu untuk menemui DN, seorang tahanan kasus narkoba.

Usai pertemuan, keluarga DN kemudian meminta tolong kepada tersangka untuk bantu membebaskan DN dari penjara. Tersangka yang menyanggupi kemudian dijanjikan sejumlah uang untuk memuluskan rencana.

Sebagai tanda jadi, keluarga DN menyerahkan uang muka Rp5 juta kepada tersangka yang berada dalam mobil Toyota Fortuner berplat dinas 03-00 yang terparkir di salah satu minimarket di Kabupaten Bekasi, pada Sabtu (13/10).

Toyota Fortuner dengan plat nopol dinas palsu yang digunakan tersangka untuk melakukan penipuan.

Namun selang beberapa hari ditunggu ternyata DN tetap mendekam dalam penjara. Keluarga DN yang mulai curiga kemudian mencari keberadaan Albert dan akhirnya tahu jika tersangka bukan anggota Polri.

“Petugas langsung memburu tersangka setelah menerima laporan dan berhasil menangkapnya dalam tempo singkat,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (15/10) sore.

Dikatakannya lagi, tersangka yang mengaku sebagai anggota Polri membeli seragam PDL lengkap di Mangga Dua. Sedangkan plat nopol dinas 03-00 palsu yang dipakai di Toyota Fortuner dibuat di Roxy.

“Atas kejadian ini kami mengimbau masyarakat agar jangan mudah percaya kepada orang yang mengaku sebagai anggota Polri,” kata Argo.

Selain PDL Polri lengkap dan Toyota Fortuner hitam berplat nopol dinas, juga turut disita sebagai barang bukti satu baret Polri, satu kaos Polri, dua pasang plat nopol, satu buah KTP, satu buah dompet dan beberapa kartu ATM.

Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *