ITW: Izinkan Becak Kembali Beroperasi, Pemprov DKI Kembali ke Zaman Batu

Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan.

Jakarta – Wacana Pemprov DKI Jakarta untuk mengizinkan lagi becak beroperasi di jalan raya sudah mendapat penolakan dari DPRD DKI Jakarta.

Namun begitu, Pemprov DKI Jakarta masih terkesan tak bergeming dengan penolakan tersebut.

“Pemprov DKI Jakarta yang sekarang masih terkesan membatu dengan penolakan dari DPRD. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat DKI Jakarta untuk turut mendukung DPRD DKI menolak wacana tersebut,” tegas Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan kepada wartawan di Jakarta, Jumat (12/10).

“Hanya orang stres dan ngawur yang mengizinkan becak beroperasi di wilayah DKI Jakarta,” imbuhnya lagi.

Dituturkan Edison, pihak menaruh curiga ada kepentingan pihak produsen becak yang mendorong Pemprov DKI mengajukan revisi Perda No 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum ke DPRD DKI.

Hasil revisi itu nantinya akan dijadikan sebagai dasar hukum operasional becak di Jakarta.

Menurut Edison, rencana Pemprov DKI mengizinkan becak beroperasi di wilayah DKI Jakarta, merupakan langkah mundur kembali ke zaman batu. Selain itu, kemunduran ini juga menjadi penahbisan Pemprov DKI Jakarta tak punya kemampuan untuk mewujudkan  transportasi modern di ibu kota.

“Mengizinkan becak sebagai angkutan umum dipastikan bakal menambah kusut lalu lintas ibu kota,” ujar Edison.

“Sangat disayangkan jika Gubernur DKI Anies Baswedan masih meluangkan waktu untuk berfikir soal becak,” semburnya lagi.

Edison juga mengingatkan Gubernur Anies Baswedan agar segera membatalkan rencana tersebut. Bahkan bukan cuma membatalkan, tapi juga jangan berencana dan berpikir untuk memberikan izin becak beroperasi lagi di Jakarta.

“Dampak becak kembali beroperasi di jalan raya ibu kota sudah jelas menggangu upaya mewujudkan keamanan,keselamatan,ketertiban, kelancaran lalu lintas atau kamseltibcarlantas,” tukas Edison.

Faktanya, lanjut Edison, kondisi lalu lintas dan angkutan jalan di ibu kota saat ini masih jauh dari harapan. Kemacetan dan kesemrawutan masih jadi menu sehari-hari.

Populasi kendaraan bermotor yang tidak terkontrol dan belum tersedianya transportasi angkutan umum yang terintegrasi ke seluruh penjuru dan terjangkau secara ekonomi masih jadi persoalan yang belum terpecahkan. Ditambah lagi, kesadaran tertib berlalu lintas masyarakat juga masih sangat buruk.

“Upaya Pemprov DKI mencari solusi belum ada yang efektif. Masih berputar-putar di wilayah hilir tanpa pernah menyentuh akar persoalan di hulu,” kritik Edison.

“Pembenahan transportasi yang sudah ada masih nol hasil. Kendaraan angkutan umum yang tidak layak jalan masih banyak bebas beroperasi di jalan raya.”

“Nah, persoalan ini belum selesai, sekarang mau bikin masalah baru dengan mengizinkan becak beroperasi di jalan raya. Sangat ajaib!” tukas Edison. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *