Subdit Sumdaling Polda Metro Ringkus 9 Penjual Satwa Dilindungi

Kabid Humas Polda Metro, Kombes Pol Argo Yuwono didampingi Kasubdit Sumdaling, AKBP Ganis Setyaningrum menunjukkan barang bukti salah satu satwa yang dilindungi.
banner 468x60

Jakarta – Subdit Sumber Daya Lingkungan (Sumdaling) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya meringkus sembilan orang pelaku jual-beli satwa yang dilindungi UU Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) di sejumlah wilayah Jabodetabek selama periode Januari – September 2018.

Kesembilan pelaku yang diringkus itu berinisial BJ, EV, ZN, RSB, AL, ES, MYN, AF, dan SF.

Dari sembilan pelaku tersebut, tersangka ES menjadi pelaku terakhir yang dicokok. ES ditangkap di kawasan Tangerang karena aksi kejahatan memperjualbelikan labi-labi moncong babi (carettochelys insculpta) secara ilegal.

Dari tangan tersangka ES, sebanyak 128 ekor hewan endemik khas Papua yang akrab disebut kura-kura itu berhasil diamankan.

Selain labi-labi atau kura-kura moncong babi, dari tangan tersangka lainnya juga berhasil diamankan sejumlah hewan dilindungi.

Hewan-hewan lain yang diamankan itu terdiri dari dua ekor buaya muara (crocodylus porosus), dua ekor burung kakatua (gofin cacatua goffini), satu ekor burung jalak bali (leucopsar rothschildi), satu ekor burung jalak putih (achridotheres melanopterus), satu ekor burung tiong nias (gracula robusta), satu ekor jalak suren (gracupica jalla), satu ekor burung bayan (eclectus roratus), satu ekor lutung jawa (trachypithecus auratus), dan satu ekor siamang (symphalangus syndactylus).

Barang bukti sejumlah satwa dilindungi yang diperjualbelikan secara ilegal.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di gedung Ditreskrimsus, Rabu (26/9) siang mengatakan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja sama Polda Metro Jaya dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta.

Pengungkapan kasus bermula dari laporan masyarakat sejak bulan Oktober 2017 hingga September 2018.

“Subdit Sumdaling berkoordinasi dengan KSDA mengamankan beberapa tersangka yang secara ilegal memperjualbelikan hewan yang dilindungi negara,” kata Argo.

“Terungkapnya kasus ini berkat laporan adanya jual beli hewan langka di media sosial.”

“Para pelaku rata-rata menjualnya dengan harga Rp100.000 untuk satu ekor labi-labi atau kura-kura moncong babi. Untuk burung antara Rp450.000 – Rp3.000.000 per ekor dan buaya antara Rp600.000 – Rp1.200.000 per ekor,” Argo menyambung penjelasannya.

Sementara itu, Kasubdit Sumdaling, AKBP Ganis Setyaningrum menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memburu pelaku lain.

“Ini sindikat. Kami masih memburu tersangka lain yang menjadi penyuplai hewan-hewan dilindungi kepada para pelaku yang sudah tertangkap,” kata Ganis.

Para tersangka yang ditangkap saat ini ditahan di Polda Metro Jaya dan dijerat Pasal 40 UU KSDA dengan ancaman penjara maksimal lima tahun. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *