Bersama Forkopimda, Dandim Tulungagung Jamasan Pusaka

0

Tulungagung – Komandan Kodim 0807/Tulungagung Letkol Inf Wildan Bahtiar, S.I.P bersama Forkopimda Kabupaten Tulungagung mengikuti kegiatan Upacara Adat Jamasan Pusaka Tulungagung Tombak Kanjeng Kyai Upas Tahun 2018, Jumat (21/09/2018).

Prosesi jamasan Tombak Kanjeng Kyai Upas tahun 2018 ini dilaksanakan di Gedung Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi milik Pemkab Tulungagung, Jl. Panglima Sudirman Kelurahan Kepatihan, Kabupaten Tulungagung, lebih tepatnya di sebelah timur Pendopo Kanjengan.

Keluarga Pringgokusumo adalah pemilik Tombak Kyai Upas, pusaka Kabupaten Tulungagung. Prosesi jamasan Tombak Kyai Upas berjalan dengan meriah. Warga dan undangan antusias menyaksikan pencucian senjata pusaka Kabupaten Tulungagung yang dilakukan di setiap bulan Muharram ini.

Pemerintah daerah diberikan mandat oleh ahli waris dari Keluarga Pringgokusumo pemilik Tombak Kyai Upas yang berujung menjadi agenda rutin kearifan lokal yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah setiap tahun.

Ritual jamasan Tombak Kayi Upas ini dilakukan menggunakan sembilan air dari mata air atau nawa tirta yang diambil dari sejumlah penjuru Tulungagung.

Nowo tirto ini dikirab terlebih dahulu, dan diserahkan kepada pemangku amanah Kyai Upas yakni Bupati Tulungagung yang pada kesempatan ini oleh Plh. Bupati Tulungagung Ir. Indra Fauzi, MM untuk melakukan jamasan.

Tiga dari sembilan mata air yang di ambil melambangkan wujud dari seekor naga yang di ambil dari belik atau mata air. Mata air yang keluar dari bebatuan disebut belik panguripan berarti kepala, belik puser berarti tubuh dan belik buntut berarti ekor.

Usai seserahan, pusaka Tombak Kyai Upas dijamasi. Dipimpin oleh seorang penjamas pusaka yang membuka sarung pada ujung mata tombak kemudian dijamasi menggunakan air kembang setaman dan jeruk nipis. Usai penjamasan, pusaka tersebut ditutup kembali dan diikat diusung kembali ke tempat semula.

Dandim 0807/Tulungagung Letkol Inf Wildan Bahtiar, S.I.P mengapresiasi kegiatan adat yang menjadi kearifan lokal di Kabupaten Tulungagung ini. “Kegiatan budaya seperti ini tetap harus dijaga dan justru harus digaungkan agar menjadi daya tarik wisata budaya untuk Tulungagung,” ujarnya.

“Insya Allah dengan konsep yang bagus dan upacara adat jamasan yang sakral, saya yakin akan mendatangkan wisatawan Nasional maupun Internasional ke Kabupaten Tulungagung sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” tutup Dandim. (ferry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here