Reskrimsus Polda Metro Jaya Ringkus 2 Penjual Obat Tipe G Ilegal

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono menunjukka foto tersangka penjual obat keras ilegal yang ditangkap.
banner 468x60

Jakarta – Jajaran Subdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya meringkus dua tersangka penjual obat tipe G secara ilegal dan diduga palsu di dua lokasi berbeda pada rentang waktu Agustus-September 2018.

Tersangka pertama berinisial AB (41) dibekuk di Tambora, Jakarta Barat. Sementara tersangka kedua berinisial AMW (23) dicokok di kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Dari tangan kedua tersangka disita barang bukti 15.367 butir obat yang berasal dari 2.942 butir obat milik AB dan 12.425 butir obat milik AMW.

Barang bukti beberapa jenis obat keras yang dijual secara ilegal dan diduga palsu.

Barang bukti obat dari tersangka AB terdiri dari dua jenis obat daftar G yakni Heximer dan Tramadol HCL. Sementara dari tersangka AMW terdiri dari 22 item juga dari jenis obat yang sama.

“Kedua tersangka ditangkap karena terbukti menjual obat tipe G secara ilegal tanpa izin edar dari BPOM RI dan tak punya kompetensi farmasi untuk meracik obat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan di gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Selasa (18/9) siang.

“Selain menjual obat tipe G tanpa izin BPOM, tersangka AMW juga terbukti menjual obat jenis pil koplo warna kuning dan putih yang menyasar konsumen anak muda dan pelajar. Ada 75 bungkus paket kecil pil koplo yang disita. Setiap paket berisi lima butir,” tambahnya.

Dituturkan lagi, penangkapan kedua tersangka bermula dari informasi masyarakat perihal adanya aktivitas dua toko obat di Tambora dan Babelan yang menjual obat daftar G atau obat keras tanpa mengantongi izin dari BPOM.

Dari situ, polisi kemudian menyelidiki dan akhirnya melakukan penangkapan.

“Saat ditangkap tersangka diketahui sedang melakukan proses peracikan dan pengemasan,” ucap Argo.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal berlapis tentang kesehatan dan perlindungan konsumen. Keduanya terancam hukuman maksimal penjara 15 tahun. bem

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *