IMB Gedung 24 Lantai di Cipulir Ditengarai Absurd, Dinas CKTRP Pemprov DKI Pilih Bungkam

Gedung 24 lantai di Jalan Ciledug Raya No. 99, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diduga IMB-nya absurd dan pengawasan dari Dinas CKTRP Pemprov DKI juga dipertanyakan.
banner 468x60

Jakarta  –  Sebuah gedung setinggi 24 lantai yang tengah dibangun di Jalan Ciledug Raya No. 99, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, ditengarai mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) yang absurd.

Pasalnya, berdasarkan daftar IMB yang dipublikasikan oleh Badan Pelayanan Tepadu Satu Pintu (BPTSP) Provinsi DKI Jakarta melalui situs jakarta.go.id, bangunan pada alamat tersebut tak tercantum dalam daftar IMB.

Padahal dari pantauan lapangan, pada papan proyek bangunan tersebut tertera jelas IMB dengan nomor: 51/8.1A/31/-1.785.51/2016 yang diterbitkan BPTSP Provinsi DKI Jakarta pada 26 Februari 2016.

Turut juga dicantumkan penggunaan bangunan adalah hunian dan fasilitasnya dengan ketinggian 24 lantai.

Salah seorang petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Kecamatan Kebayoran Lama yang minta identitasnya dirahasiakan mengatakan, setiap bangunan yang dibangun dan punya IMB pasti akan terdata dan dipublikasikan di situs milik Pemprov DKI.

Sebaliknya jika tak punya IMB maka bangunan tersebut tak kan terdata dalam daftar IMB yang dipublikasi.

“Semua surat keputusan IMB yang diterbitkan oleh PTSP ditembuskan kepada Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang dan Pertanahan (DCKTRP) untuk dilakukan pengawasan dan pengendalian terhadap IMB tersebut di lapangan,” katanya kepada awak media, Jumat (14/9).

“Jika tak masuk dalam daftar maka patut dicurigai bangunan dimaksud tak punya IMB. Atau justru peran dari DPK yang lemah, baik dari sisi pengawasan, pengendalian dan koordinasi ,” tambahnya lagi.

Dikatakannya juga, pihak BPTSP DKI  sebenarnya  pernah mengonfirmasi resmi perihal pengawasan IMB gedung tersebut ke Dinas CKTRP DKI.  Upaya konfirmasi ditegaskan melalui surat nomor: 003/PMO/Konf/INV/JKT/VII/2016 pada tanggal 13 Juli 2016.

Surat yang dilayangkan ke Kepala Dinas CKTRP itu kemudian didisposisi ke Kepala Bidang Penertiban Ruang dan Bangunan (PRB), Sugiarto. Dari situ, Sugiarto selanjutnya mengutus stafnya yang berinisial TS untuk melakukan peninjauan lapangan.

Namun sayangnya, meski sudah dua tahun berlalu, hingga kini tak ada penjelasan apapun dari  Sugiarto terkait hal tersebut.

Saat sejumlah awak media coba mengonfirmasi ulang pada Jumat (14/9) lalu, Sugiarto malah terkesan menghindar dan memilih bungkam saat ditanyakan.

Hal serupa juga ditunjukkan Kepala Dinas CKTRP, Benni Agus Candra. Hingga berita ini diturunkan pada Sabtu (15/9), beberapa awak media masih kesulitan menemui dan mengonfirmasi Benni Agus Candra perihal kebenaran dan keabsahan IMB bangunan tersebut. bem

 

 

 

 

 

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *