Dinilai Tak Efektif, Rambu Dilarang Parkir di Jl Merpati 3 Dikecam Masyarakat

Rambu dilarang parkir yang terpasang di Jl Angkasa Pura, Jakpus, dinilai tak efektif Masyarakat memilih tetap memarkir kendaraannya meski ada rambu tersebut karena sejumlah alasan.

Jakarta – Pemasangan rambu dilarang parkir di Jalan Merpati 3, Jakarta Pusat, mendapat kecaman dari sejumlah masyarakat pengguna jalan. Mereka menilai pemasangan rambu tersebut tidak pas karena malah membuat banyak pengguna jalan dan pengendara kebingungan.

Selain membuat bingung, efektivitas pemasangan rambu dilarang parkir tersebut juga tidak berjalan sesuai yang diharapkan.

Banyak masyarakat masih tetap memarkir kendaraannya di tepi jalan untuk sejumlah alasan, termasuk efisiensi waktu atau sekadar makan siang di warung makan yang ada di jalan tersebut.

“Saya tidak tahu pasti kapan rambu tersebut dipasang. Tapi kayaknya baru ada bulan Juli lalu. Ga ngerti apa maksud dan tujuan rambu itu di pasang,” kata Irma, salah seorang pengendara yang memarkir kendaraannya dekat rambu tersebut, Kamis (30/8).

Saat ditanyakan kenapa tetap berani parkir mobilnya dekat rambu dilarang parkir, dengan lugas Irma menjawab karena ia ingin makan siang di warung dekat rambu tersebut.

“Warung makannya dekat rambu dilarang parkir. Kalau saya makan di situ, parkir mobilnya di mana? Masa di Kodim atau Data Script? Kan lumayan jauh kalau jalan,” cetusnya.

Pernyataan serupa juga dilontarkan pemilik mobil lainnya, Said. Menurutnya, pemasangan rambu dilarang parkir di Jalan Merpati 3 dekat Kodim 0501/Jakpus dan Kantor Sektor Pemadam Kebakaran Jakpus sangat terkesan asal pasang tanpa perhitungan.

“Itu rambu dipasang Dishub Perhubungan atau Sudin Perhubungan Jakpus. Cuma dipasang satu dengan tujuan agar kendaraan tak boleh parkir di tepi jalan. Tapi di sana ada warung makan dan masyarakat yang mau makan juga ga mungkin parkir di sekitaran gedung yang ada di lokasi. Terus tujuannya apa dipasang itu rambu?” ungkapnya setengah bertanya.

“Saya pikir sih, ini bicara jeleknya ya, pemasangan rambu cuma buat laporan ke atas saja sebagai bahan bukti otentik penyerapan anggaran pembuatan rambu. Benar atau ga saya ga tau, cuma ada pikiran ke situ,” sambungnya lagi sembari tertawa.

Saat berita ini dibuat, baik Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah maupun Kepala Sudin Perhubungan Jakpus, Harlem Simanjuntak, belum bisa ditemui untuk dikonfirmasi.

 

 

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *