Masyarakat Pemohon Keluhkan Transparansi Slot Parkir Gedung Kantah Jakpus

Slot kosong parkir di Gedung Kantah Jakpus masih terlihat, namun masyarakat pemohon tak diizinkan parkir di area tersebut.
banner 468x60

Jakarta – Sejumlah masyarakat pemohon mengeluhkan dibatasinya ruang parkir untuk kendaraan roda empat di Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Administrasi Jakarta Pusat.

Mereka mengeluh karena petugas keamanan tak mengizinkan mereka memarkir kendaraannya di ruang parkir gedung karena alasan slot parkir sudah penuh. Padahal masih terlihat ada beberapa slot kosong yang bisa dimanfaatkan untuk parkir.

“Saya sampai memohon parkir sebentar  karena cuma mau mengecek berkas permohonan tetap tak dikasih. Padahal ada beberapa slot kosong yang saya lihat di tempat parkir,” keluh Herman, salah satu pemohon yang dijumpai topikonline.co.id di Kantah Jakpus, Kemayoran, Kamis (30/8) siang.

“Ketika saya tanya ke petugas keamanan yang jaga itu masih ada tempat kosong, eh dia bilang khusus buat karyawan. Padahal sudah siang,” imbuhnya lagi.

Senada dengan Herman, pemohon lainnya yang bernama Rita juga mengeluhkan hal yang sama.

“Parkir mobil di Kantah Jakpus susah. Harus datang pagi-pagi. Kalau siang dikit pasti ga dikasih dan disuruh parkir ke gedung Metro Data yang ada di sebelah,” katanya.

Menurut Rita, persoalan slot parkir mobil yang terbatas untuk masyarakat pemohon di Kantah Jakpus sebenarnya masalah lama. Tidak pernah ada transparansi pelayanan buat masyarakat pemohon. Cuma saja tak pernah terekspos atau dipublikasikan.

“Selalu alasannya buat karyawan dan pejabat setempat. Paling hanya beberapa masyarakat pemohon saja yang bisa leluasa memarkir mobilnya dalam gedung,” cetusnya.

“Padahal kita parkir di dalam pas keluar tetap kasih uang minimal Rp5.000 ke petugas yang jaga,” wanita yang juga berprofesi sebagai notaris ini menambahkan.

Salah seorang petugas keamanan di tempat parkir yang minta identitasnya dirahasiakan menyebut aturan tersebut dijalankan berdasarkan perintah Kasubag TU sebagai atasan mereka

“Kami cuma menjalankan peritah aja mas. Kalau kami langgar kami yang dimarahi. Bahkan kami bisa dipecat dari pekerjaan sebagai sanksinya,” akunya.

“Makanya kami jadi serba salah kalau ketemu pemohon yang ga bisa parkir mobilnya di basement kantor meski ada slot kosong. Paling kami cuma bisa bilang jujur menjalankan perintah atasan karena ancamannya dipecat jika melanggar,” sambungnya lagi.

Baik Kasubag TU Kantah Jakpus, Irwan maupun Kepala Kantah Jakpus, iljas Tedjo Prijono belum bisa dikonfirmasi terkait perihal ini. Menurut petugas keamanan yang bertugas keduanya belum bisa ditemui karena sedang tidak ada di tempat.

 

 

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *