KPPPA dan PWI Gelar Pelatihan Jurnalisme Sensitif Gender di Bogor

Asisten Deputi Partisipasi Media KPPPA, Drs Fatahillah M.Si dan Ketua Dewan Kehormatan PWI DKI Jakarta, H Kamsul Hasan.
banner 468x60

Bogor – Gender. Kata yang tak asing ini sejatinya merupakan istilah dari para ilmuwan sosial untuk membedakan antara perempuan dan laki-laki melalui sifat bawaannya (ciptaan Tuhan) dan bentukan budaya (konstruksi sosial).

Sementara secara pengetahuan, istilah ini dipakai sebagai pembeda peran, fungsi, dan tanggungjawab  antara laki-laki dan perempuan berdasarkan hasil konstruksi sosial, dan dapat berubah mengikuti perkembangan zaman.

Demikian sekilas diskusi peserta ‘Pelatihan Jurnalisme Sensitif Gender Bagi SDM Media Kampus’ yang diadakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Kota Bogor, 15-16 Agustus 2018.

Acara yang dibuka Asisten Deputi Partisipasi Media KPPPA, Drs Fatahillah M.Si ini menghadirkan pembicara Ketua Dewan Kehormatan PWI DKI Jakarta, H Kamsul Hasan, dan diikuti sejumlah mahasiswa pengelola pers kampus.

“Kami berharap pelatihan ini memberikan referensi kepada mahasiswa dalam memberikan warna pemahaman pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” kata Fatahillah.

“Selesai pelatihan ini, para mahasiswa pengelola pers kampus juga sudah mulai bisa menerapkan penulisan yang sensitif tentang gender, baik di media kampus maupun media sosial,” sambungnya lagi mengakhiri sambutannya.

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *