Korban Dugaan Malpraktek RS Grha Kedoya Mengadu Ke Kadis Kesehatan DKI Jakarta

  • Whatsapp

Jakarta – Pengacara Hotman Paris Hutapea bersama kliennya Selfy mengadukan permasalahan dugaan malpraktik di Rumah Sakit Grha Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ke Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Malpraktik dituduh dilakukan oleh dokter Hardi Susanto karena mengangkat indung telur Selfy sehingga kehilangan kemampuan untuk menghasilkan keturunan.

“Kami datang kemari ingin bertemu Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk membuat pengaduan,” ujar Hotman usai bertemu Kadis Kesehatan DKI Khafifah Any, di Kantor Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (26/07/2018).

 

Hotman berharap Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan pemeriksaan dan memberikan sanksi hukum berdasarkan Undang-undang kepada RS Grha Kedoya dan Dokter Hardi Susanto yang diduga telah melakukan malpraktik.

“Kami melakukan pengaduan dengan dua permohonan. Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan pemeriksaan terhadap RS Grha Kedoya dan tim dokter sekaligus memberikan sanksi hukum yang tegas,” kata Hotman, yang datang bersama rombongan PUAN (Perempuan Amanat Nasional).

Menanggapi pengaduan tersebut Khafifah Any menyampaikan, jajarannya akan mempelajari terlebih dahulu berkas pengaduan yang diterima sebelum memutuskan langkah yang akan diambil Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

“Saya sudah terima berkasnya. Saya akan mempelajari dulu lalu memanggil pihak terkait. Nanti kami sampaikan hasilnya,” tambah Any.

Hotman melanjutkan, Selfy diduga telah menjadi korban malpraktik saat menjalani operasi kista tahun 2015 di RS Grha Kedoya. Ia mendatangi dokter internis atau penyakit dalam di Rumah Sakit Grha Kedoya pada 20 April 2015 karena merasakan sakit di bagian perut setelah melakukan olahraga Muay Thai.

Selfy kemudian diminta untuk melakukan tes USG. Dari hasil tes USG, ditemukan indikasi kista di perutnya sehingga ia direkomendasikan ke dokter kandungan.

Pada 21 April 2015, dia menjalani operasi pengangkatan kista dalam keadaan bius total. Empat hari kemudian, yaitu pada tanggal 24 April 2015, ia baru mengetahui bahwa dokter HS telah mengangkat dua indung telurnya karena sang dokter dilema dengan kemungkinan ada kanker pada indung telur tersebut.

Dari hasil bincang-bincang di Kopi Joni, tempat Hotman Paris Hutapea memberikan pembelajaran hukum gratis kepada masyarakat, Selfy menceritakan permasalahannya kepada Hotman. Dan mendampingi Sefy menjadi pengacaranya.

Selfy didampingi Hotman Paris Hutapea sudah mendatangi RS Grha Kedoya pada 10 Juli 2018 untuk meminta penjelasan.

Namun pihak rumah sakit yang diwakili Wakil Direktur RS Grha Kedoya dokter Hiskia Satrio Cahyadi enggan memberikan pernyataan terkait kasus yang menimpa S karena kasus tersebut. Menurut Hiskia, yang berwenang menentukan kasus itu malapraktik atau tidak adalah majelis kehormatan profesi. (ferry)

 

 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *