Seminar Hukum di Polda Metro, Bahas Mengenai Paham Radikalisme

  • Whatsapp

Jakarta – Radikalisme sebagai embrio lahirnya terorisme merupakan pemahaman yang keliru terhadap agama yang dianut dan cenderung menganggap dirinya yang paling benar dan orang lain pasti salah.

Demikian diungkapkan oleh Ansyaad Mbai pengamat teroris mantan kepala BNPT pada acara seminar Hukum yang di gelar di Balai Pertemuan Metro Jaya, Kamis (24/05/2018). Dengan tema “Upaya Penanggulangan dan Penegakkan Hukum terhadap Tindak Pidana Terorisme”.

Menurut Ansyaad pemahaman radikal cenderung tidak menghargai orang lain bahkan tidak peduli terhadap lingkungan sekitar karena orang itu mempunyai keyakinan sendiri dan fanatik dalam arti negatif dan selalu menganggap dirinya selalu benar kata  Ansyaad

Lebih Jauh Ansyaad menuturkan, paham radikal bukanlah kesalahan agama tertentu tetapi radikalisme muncul dari adanya permasalahan yang komplek dalam masyarakat yang majemuk dan heterogen seperti di Indonesia. Untuk menangkalnya, semua elemen bangsa  harus paham dengan Bhinneka Tunggal Ika.

Ansyaad Menambahkan, Radikalisme merupakan embrio dari lahirnya terorisme dan Terorisme merupakan orang atau sekelompok orang yang secara sengaja melakukan tindakan kekerasan sehingga menimbulkan rasa takut ,kengerian dan kekejaman dengan dalih untuk mengganti idiologi pancasila. Pungkasnya. Masyarakat ,aparat penegak hukum kata Ansyaad  tidak boleh takut menghadapi teroris  jika aparat takut maka tujuan mereka akan tercapai menimbulkan rasa takut,” tutupnya. (ferry)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *