Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim Beri Kuliah Umum di Unhan

Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim memberikan kuliah dengan tema “Reposisi Air Defense Identification Zone (ADIZ)”di Gedung Auditorium Kampus Unhan Kawasan IPSC Sentul, Kabupaten Bogor (16/5/2018). Photo: TOPIK/Adang
Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim memberikan kuliah dengan tema “Reposisi Air Defense Identification Zone (ADIZ)”di Gedung Auditorium Kampus Unhan Kawasan IPSC Sentul, Kabupaten Bogor (16/5/2018). Photo: TOPIK/Adang

Bogor  – Mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) menerima Kuliah Umum dari Mantan Kasau Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim yang bertemakan “Reposisi Air Defense Identification Zone (ADIZ)”di Gedung Auditorium Kampus Unhan Kawasan IPSC Sentul, Kabupaten Bogor (16/5/2018) dan dibuka langsung oleh Rektor Unhan, Mayjen TNI Dr. Yoedhi Swastanto.

Dalam pemaparannya Marsekal (Purn) Chappi Hakim menjelaskan bahwa, pentingnya zona ruang udara dalam rangka penyelenggaraan kedaulatan negara atas wilayah udara NKRI.

“Visi TNI Angkatan Udara wujudkan pertahanan udara Indonesia mencapai air supremacy dan air superiority membutuhkan pencapaian serta upaya terpadu. Alutsista seperti rudal pertahanan udara hingga aircraft menjadi hal yang penting namun bukanlah satu-satunya. Karena sebagaimana dijelaskan dalam UU No.1 tahun 2009 Pasal 6 tentang dalam rangka penyelenggaraan kedaulatan negara atas wilayah udara NKRI, Pemerintah melaksanakan wewenang dan tanggung jawab pengaturan ruang udara untuk kepentingan penerbangan, perekonomian nasional, Hankamneg, Sosbud, serta lingkungan udara,” katanya.

Sebagai penekanan dalam penerapan Reposisi Air Defense Identification Zone (ADIZ), Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim menilai perlunya antisipasi terhadap kemungkinan protes dari negara lain yang ditinjau dari wilayah perbatasasan seperti wilayah Natuna, Ambalat dan di sekitar Philipina, sedapatnya penetapan koordinat-koordinat ADIZ tersebut sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan.

“Jika belum disepakati koordinatnya maka ditetapkan berdasarkan posisi Indonesia. kemudian prosedur ADIZ berlaku jika penerbangan pesawat asing tersebut memasuki wilayah ADIZ dan mengarah ke wilayah udara Indonesia,” tegasnya.

Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim didampingi Rektor Unhan, Mayjen TNI Dr. Yoedhi Swastanto dan staf pengajar juga ratusan mahasiswa Unhan berphoto bersama dengan posisi salam bela negara. Photo: TOPIK/Adang

Ditinjau dari aspek prosedur hukum harus jelas antara Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) dengan Airnav Indonesia. “Dalam hal komunikasi dan alih komando serta kendali terhadap pesawat pelanggar dan pentingnya informasi yang jelas dalam AIP bahwa ADIZ ini bukan perluasan wilayah nasional tetapi ruang peringatan dini,” tutup Chappy. [Adang]

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *