Panitia Anugerah Jurnalistik MH Thamrin Tetapkan Prioritas Materi Bidang Karya Jurnalistik

Suasana rapat panitia pelaksana Anugerah Jurnalistik MHT ke-44.
banner 468x60

Jakarta – Panitia Anugerah Jurnalisitk MH Thamrin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta terus mematangkan progran tahunan ini dengan mempertajam materi yang akan diperlombakan.

Pada Jumat (27/4), panitia kembali menggelar rapat untuk mementukan prioritas tema tulisan yang akan dinilai.

Ketua Dewan Juri H Kamsul Hasan yang ikut hadir dalam rapat tersebut memberikan arahan bahwa berdasarkan koordinasi dengan pihak Pemprov DKI ada beberapa materi yang menjadi prioritas.

Di antaranya, soal resapan air tanah yang membuat permukaan tanah Jakarta tiap tahun turun antara 3- 18 cm. Bahkan pada tahun 2005 penurunan permukaan tanah mencapai 30 cm.

Karena itu, persoalan penurunan permukaan tanah ini harus menjadi perhatian bersama jika tidak ingin merasakan impak dan dampak dari penurunan tanah tersebut.

Materi tulisan lain yang menjadi priotitas seperti pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, pemberdayaan UMKM, masalah transportasi.

Tahun ini materi prioritas ditambah lagi dengan tulisan yang mengangkat masalah ketertiban dan kelancaran lalu lintas.

Prioritas tambahan ini masuk dalam kategori artikel layanan umum dan layanan publik, yang merupakan 10 bagian kategori penilaian.

Seperti diketahui, Anugerah Jurnalistik MH Thamrin yang memasuki tahun penyelenggarakan ke – 44 periode 2017-2018 ini akan diberikan kepada wartawan media yang menulis atau membuat karya jurnalistik terbaik tentang DKI Jakarta.

Malam Anugerah Jurnalistik MH Thamrin ke-44 akan diadakan pada pertengahan September 2018 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta.

Di ajang ini, karya yang dinilai ditetapkan sebanyak 10 kategori  yakni, tajuk rencana, foto, artikel layanan publik, artikel ayanan umum, siaran televisi, siaran radio, online olah raga dan citizen journalism. Semua artikel yang dinilai sudah dipublikasikan periode 1 Juni 2017 hingga 31 Mei 2018.

Karena itu, H Kamsul Hasan mengimbau pemimpin redaksi media massa baik media cetak, online, radio dan televisi untuk dapat mendorong para jurnalisnya untuk membuat karya-karya yang masuk dalam kategori penilaian.

Ketua Pelaksana Anugerah Jurnalistik MH Thamrin, Berman Nainggolan mengatakan, Anugerah Jurnalistik MH Thamrin ini, adalah penghargaan karya jurnalistik yang diberikan oleh PWI DKI Jakarta sejak1995/1996 dan dilaksanakan hingga periode ini (2017-2018).

Sempat terhenti pada periode 1999-hingga 2002 atau empat periode karena guncangan krisis ekonomi di Indonesia.

Tujuan digelarnya ajang ini untuk mengarahkan dan meningkatkan profesionalisme wartawan, terutama dan wartawan yang berdomisili di Jakarta dan Jabodetabek, menjadi wartawan yang baik dan profesional.

“Saat itu, pemenang dari 10 kategori dari 10 bidang lomba sudah ditetapkan oleh dewan juri,” kata Berman Nainggolan di Jakarta, kemarin.

Sementara itu, Ketua PWI DKI Jakarta Hj Endang Werdiningsih juga mengingatkan waktu pengumpulan bahan tinggal beberapa hari saja, yakni ditutup pada 31 Mei 2018. Hendaknya segera membuat karya tulis yang sesuai kategori.

Bukti karya tulis yang sudah dimuat di media massa dapat diantar langsung ke Markas PWI DKI Jakarta di Jalan Suryopranoto,Jakarta Pusat. Panitia juga pro-aktif menjaring karya tulis yang sudah dipublikasikan.

Panitia sedikitnya akan menjaring sekitar 400 karya tulis. Dari jumlah tersebut akan dipilih 15 karya tulis dari masing-masing kategori untuk ditetapkan sebagai pemenang.

“Keputusan juri bersifat independen dan mutlak” ujar Hj Endang.

Anugerah Adinegoro

Untuk diketahui, Anugerah Jurnalistik MH Thamrin PWI Provinsi DKI Jakarta merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan PWI DKI Jakarta terhadap karya jurnalistik tentang seluruh aspek kehidupan dan pembangunan di DKI Jakarta, yang disiarkan oleh media massa ibu kota.

Program ini bermula dari Anugerah Jurnalistik PWI Jaya yang sekarang menjadi PWI Provinsi DKI Jakarta yang diselenggarakan dengan nama Anugerah Jurnalistik Adinegoro PWI Jaya, sejak 1974 hingga 1994.

Pada tahun tingkat terakhir Anugerah Adinegoro ditingkatkan menjadi tingkat nasional yang diselengrakan oleh PWI Pusat.

Sejak tahun 1995, anugerah jurnalistik yang diadakan oleh PWI Jaya yang sekarang berganti menjadi PWI DKI Jakarta mengabadikan nama Mohammad Hoesni Thamrin yang seterusnya dikenal dengan sebutan Anugerah Jurnalistik MH Thamrin PWI Provinsi DKI Jakarta.

Penentuan nominasi dan pemenang karya jurnalistik melalui sistem pra-seleksi dan penjurian atas setiap karya jurnalistik yang dipublikasikan antara 1 Juni- 31 Mei tahun berikutnya.

Semua karya jurnalistik yang lulus pra-seleksi diajukan kepada Dewan Juri untuk menilai dewan Juri terdiri atas akademisi, pejabat publik uang berkompeten, tokoh masyarakat dan praktisi komunikasi massa,

Dewan Juri untuk masing-masing bidang karya jurnalistik memilih tiga nominasi dan salah satuny asebagai pemenang terbaik dan berhak mendapatkan penghargaan teringgi PWI DKI Jakarta.

Pengumuman dan Pemberian Anugerah Jurnalistik dilakukan sebagai salah satu rangkaian acara Hari Ulang Tahun Jakarta dan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *