LSM FORSI Soroti Dugaan Pungli Parkir di Kantah Kabupaten Bekasi

  • Whatsapp
Kantah Kabupaten Bekasi. Insert: Ketua Tim Investigas LSM FORSI, Josmar S.

Bekasi – Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Komunikasi Rakyat untuk Transparansi (LSM FORSI) menyorot tajam dugaan praktik pungutan liar berbentuk tarif parkir kendaraan di area parkir dalam Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Bekasi.

Praktik ini sudah berlangsung lama dengan tarif parkir Rp5.000 untuk kendaraan roda empat dan Rp2.000 untuk kendaraan roda dua. Sementara estimasi jumlah kendaraan yang keluar masuk area parkir diperkirakan sekitar 200-an untuk kendaraan roda empat dan 300-an untuk kendaraan roda dua.

“Manajemen Kantah Kabupaten Bekasi terkesan sengaja membiarkan hal ini. Setiap mobil dimintakan Rp5.000 dan motor Rp2.000 saat keluar area parkir oleh penjaga parkir. Padahal saat masuk area parkir dalam tak diberikan karcis parkir,” cetus Ketua Tim Investigasi LSM FORSI, Josmar S kepada wartawan, Rabu (18/4).

Menurut Josmar, praktik ini diduga kuat sebagai salah satu bentuk pungli karena berada di area dalam Kantah Kabupaten Bekasi. Selain itu, lanjutnya, tak satu pun penjaga parkir yang terlihat memakai seragam juru parkir dari Dinas Perhubungan (Dishub).

“Kalau penjaga parkir pakai seragam juru parkir dari Dishub, bisa jadi ada kerjasama pengelolaan parkir antara Kantah Kabupaten Bekasi dengan Dishub Kabupaten Bekasi,” kata Josmar.

“Tapi ini kan pakai baju Satpam. Terus, dialirkan ke mana jumlah uang parkir yang terkumpul setiap hari kalau bukan ke dalam kantor?”

“Karena itulah atas dasar fenomena ini kami minta Kanwil Jawa Barat dan Inspektorat I Kementerian ATR/BPN menyelidiki dan memeriksa ke mana aliran dana parkir itu mengalir,” semburnya lagi.

BACA JUGA:

Indra, seorang pengunjung Kantah Kabupaten Bekasi yang dijumpai topikonline.co.id mengakui adanya pungutan parkir tersebut. “Sekali parkir bayar Rp5.000 mas. Tapi saya ga mikir itu pungli karena saya merasa mobil saya aman terjaga di dalam tempat parkir,” ucapnya.

Senada dengan Indra, pengunjung lainnya yang bernama Rohmat juga mengakui hal yang sama. “Memang ada pungutan uang parkir untuk kendaraan yang masuk ke tempat parkir Kantah Kabupaten Bekasi. Tapi saya sih, merasa biasa aja dan wajar. Namanya parkir pasti bayar,” jelasnya sembari juga mengakui tak ada karcis parkir yang diberikan penjaga parkir.

Terkait fenomena ini, baik Kepala Kantah Kabupaten Bekasi, Deni Santo, maupun Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantah Kabupaten Bekasi, Budiarti sulit dihubungi untuk dimintai tanggapan.

Namun Kepala Urusan Umum dan Kepegawaian Kantah Kabupaten Bekasi, Dandun Wibowo saat dikonfirmasi via telepon menjelaskan bahwa area parkir yang dimaksud itu bukan wilayah Kantah Kabupaten Bekasi.

“Kami tak mengelola parkir. Area parkir itu bukan wilayah kita. Batas wilayah Kantah Kabupaten Bekasi hanya sampai hanggar dan depan Masjid At-Taqwa,” kata Dandun, Rabu (18/4).

“Jadi urusan parkir dan pungutan parkir di Kantah Kabupaten Bekasi sama sekali tak ada hubungannya dengan manajemen kantor kita. Itu adalah urusan karang taruna setempat yang mengelolanya,” tutup Dandun.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *