Pelindo III Bersinergi Dengan Swasta Untuk Membangun Negara

Ki-Ka: Direktur Utama PT Adaro Energi Garibaldi Thohir saling bertumpu tangan dengan Chief Executive Officer PT PeIabuhan Indonesia III (Persero) Ari Askhara, Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Konstruksi, Sarana dan Prasarana Perhubungan Ahmad Bambang, Direktur Utama PT Sriboga Flour MiII AIwin ArifIn, dan Direktur II PT Muria Sumba Manis Welly, seusai penandatanganan perjanjian kerjasama yang merupakan wujud sinergi antara pihak swasta dengan BUMN untuk mendukung kemajuan ekonomi Indonesia melalui pengembangan energi nasional dan pembangunan infrastruktur yang dicanangkan oleh pemerintah di Jakarta, Senin (12/3). Photo: TOPIK/Adang

 Jakarta – Pembangunan infrastruktur logistik di daerah sangat penting untuk meningkatkan ekonomi. Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang jasa kepelabuhanan, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III berperan aktif dalam pengembangan ekonomi daerah, terutama melalui sinergi bersama pihak swasta untuk efisiensi biaya dan memajukan iklim usaha setempat.

Kolaborasi dengan pihak swasta tersebut diwujudkan lewat penandatanganan Memorandum of Collaboration (MoC) antara Pelindo III dan tiga perusahaan, yaitu PT Muria Sumba Manis, PT Sriboga Flour Mill, dan PT lndonesia Bulk Terminal. Turut hadir Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Konstruksi, Sarana dan Prasarana Perhubungan Ahmad Bambang. Penandatanganan MoC dilakukan di kantor perwakilan Pelindo Ill, di gedung Parama Tamansad Office Tower, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta, Senin (12/3).

 

CEO Pelindo III Ari Askhara menjelaskan kerja sama dengan PT Muria Sumba Manis akan berupa penyediaan fasilitas dan pelayanan jasa kepelabuhanan dan jasa terkait di Pelabuhan Kawasan Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk kebutuhan perkebunan tebu dan pabrik gula yang akan dioperasikan PT Muria Sumba Manis.

“Total investasi yang di Pelabuhan Waingapu itu Rp 200 miliar, kita punya semangat besar untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia,” kata Ari.

Sementara itu Direktur II PT Muria Sumba Manis Welly mengatakan perusahaannya perlu fasilitas pelabuhan, penunjang pelabuhan dan peralatan bongkar muat yang memadai. Meskipun baru dapat berproduksi pada 2020, MSM sudah menyiapkan jaringan distribusi untuk menyalurkan produksi gulanya.

“Berdasarkan pertimbangan geografis, pelabuhan yang paling strategis untuk dapat digunakan pada proyek tebu tersebut adalah Pelabuhan Waingapu yang merupakan wilayah kerja Pelindo III,” ujar Welly.

Proyek perkebunan tebu dan pabrik gula tersebut akan menggunakan Pelabuhan Waingapu untuk melakukan proses bongkar muat dan penumpukan. Welly mengatakan pelabuhan tersebut diperlukan untuk memasukkan mesin maupun menyalurkan produksi nantinya.

Chief Executive Officer PT PeIabuhan Indonesia III (Persero) Ari Askhara dan Direktur II PT Muria Sumba Manis Welly,berjabat tangan usai penandatanganan naskah kerjasama penyediaan fasilitas dan pelayanan jasa kepelabuhanan dan jasa terkait di Pelabuhan Kawasan Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk kebutuhan perkebunan tebu dan pabrik gula yang akan dioperasikan PT Muria Sumba Manis. Photo: TOPIK/Adang

Pada kesempatan yang sama, Pelindo III menggandeng PT Sriboga Flour Mill untuk pengelolaan fasilitas pelabuhan terminal curah kering-food grain di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Ari Askhara memaparkan, dengan sinergi tersebut Pelindo III dapat mengoptimalkan penggunaan aset pelabuhan.

Sriboga Flour Mill akan mendapatkan hak pengelolaan dua bidang tanah sekitar 40.000 meter persegi untuk membangun fasilitas pelabuhan berupa terminal curah kering-food grain yang mendukung kebutuhan industri dan masyarakat pada jangka panjang. Konsep kerja sama yang digunakan adalah BTO (build-transfer-operate) untuk 16 unit silo, suction, dan dermaga yang 30 persen permodalannya dari Pelindo III dan 70 persen dari Sriboga.

“Selama ini Sriboga harus menyewa terminal curah kering. Dengan kerja sama ini, kami akan memperbesar dermaga agar kapal besar bisa merapat dan kita bisa mengimpor gandum, jagung, kedelai, dan lain-lain,” kata Direktur Utama Sriboga Flour Mill Alwin Arifin. Sriboga juga akan mengajak investor lain untuk ikut mendanai proyek tersebut.

Chief Executive Officer PT PeIabuhan Indonesia III (Persero) Ari Askhara, dan Direktur Utama PT Sriboga Flour MiII AIwin ArifIn berphoto bersama usai penandatangan naskah kerjasama untuk pengelolaan fasilitas pelabuhan terminal curah kering-food grain di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Photo: TOPIK/Adang

Selain itu, Pelindo III juga menandatangani perjanjian pendahuluan tentang pembentukan perusahaan patungan dengan PT Indonesia Bulk Terminal (IBT), anak perusahaan PT Adaro Energy Tbk. Joint venture itu untuk mengembangkan Pelabuhan Mekar Putih, Kalimantan Selatan. “Kerja sama ini khususnya untuk mengembangan Pelabuhan Mekar Putih sebagai pusat pelabuhan penghubung yang strategis dan terminal curah yang menangani barang-barang curah kering dan curah cair, serta komoditas lainnya,” tambah Ari Askhara.

Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk., Garibaldi Thohir, menambahkan, kerja sama tersebut merupakan wujud sinergi antara pihak swasta dengan BUMN untuk mendukung kemajuan ekonomi Indonesia melalui pengembangan energi nasional dan pembangunan infrastruktur yang dicanangkan oleh pemerintah.

“Dengan berbagai potensi dan keunggulan yang dimiliki maka rencana pengembangan Pelabuhan Mekar Putih salah satunya adalah dengan mendirikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing investasi di Provinsi Kalimantan Selatan dan wilayah Indonesia Timur,” katanya.

 

Direktur Pengembangan Bisnis PT Adaro Logistik Lili Pratiwi mengatakan, Adaro sedang dalam studi mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mekar Putih di Kalimantan Selatan. Luas area yang akan dikembangkan mulai 300 hektare (ha). Namun, Adaro belum mengetahui berapa besar nilai investasi yang akan disiapkan untuk perusahaan patungan dan pengembangan KEK Mekar Putih. “Ini baru kerja sama awal, nanti akan dibahas lebih lanjut dalam waktu 90 hari,” kata Lili.

Direktur Utama PT Adaro Energi Garibaldi Thohir dan Chief Executive Officer PT PeIabuhan Indonesia III (Persero) Ari Askhara, seusai penandatanganan perjanjian pendahuluan tentang pembentukan perusahaan usaha patungan Pelindo III dengan PT Indonesia Bulk Terminal (IBT), anak perusahaan PT Adaro Energy Tbk, di Jakarta. Pendirian perusahaan patungan ini untuk mengembangkan Pelabuhan Mekar Putih, Kalimantan Selatan, menjadi pusat pelabuhan penghubung yang strategis dan merupakan wujud sinergi antara pihak swasta dengan BUMN untuk mendukung kemajuan ekonomi Indonesia melalui pengembangan energi nasional dan pembangunan infrastruktur yang dicanangkan oleh pemerintah. Photo: TOPIK/Adang

Sementara itu,  Deputi Menteri BUMN Bidang Usaha Konstruksi, Sarana dan Prasarana Perhubungan Ahmad Bambang mengungkapkan dukungannya atas kerja sama Pelindo III dengan tiga grup usaha besar dari pihak swasta, yaitu Adaro, Muria Sumba Manis dan Sriboga.

“Kami di BUMN support saja Pelindo III jika sesuai dengan core bisnisnya yaitu jasa kepelabuhanan. Kerja sama ini juga merupakan bukti sinergi BUMN dan swasta. Semoga sukses terus ke depannya,” pungkasnya. [Adang]

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *