Proses Lelang Perbaikan 3 Depo Transjakarta Ditengarai Berlangsung Curang

Ilustrasi Depo Transjakarta.

Jakarta –  Proses lelang paket pengerjaan perbaikan Depo Rawa Buaya, Depo Perintis, dan Depo Kampung Rambutan senilai lebih dari Rp2 miliar ditengarai berlangsung curang dan cacat hukum.

PT Tritunggal Mitra Perdana sebagai kontraktor yang dimenangkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) diketahui tak memenuhi seluruh persyaratan kualifikasi untuk mengikuti lelang.

Hal ini terungkap dalam surat sanggahan yang dikirimkan PT Deficy Sigar Pratama (PT DSP) selaku kontraktor yang kalah lelang ke PT Transportasi Jakarta.

Surat dengan nomor: S.Sggh 01/PT.DSP/III/2018 tertanggal 8 Maret itu secara tegas menyebut Departemen Pengadaan PT Transportasi Jakarta telah melanggar prosedur dan hukum proses lelang untuk menetapkan perusahaan pemenang.

Dalam surat tersebut diungkapkan, PT Tritunggal Mitra Perdana sebagai pemenang lelang tidak mengantongi subklasifikasi BG003 yang disyaratkan berbarengan dengan subklasifikasi BG009 sebagai jasa integrasi. PT Tritunggal Mitra Perdana cuma bermodalkan sertifikasi subklasifikasi BG004, BG007, BG008 dan BG009 untuk memenangi proses lelang.

Fakta ini kontras dengan surat pengumuman pelelangan umum dengan pascakualifikasi yang dikeluarkan Departemen Pengadaan PT Transportasi Jakarta.

Pasalnya, pada butir persyaratan peserta poin B jelas disebutkan syarat mengikuti lelang harus punya sertifikat badan usaha terintegrasi kualifikasi non kecil dengan subklasifikasi BG009, BG003 atau jasa terintegrasi.

“Kami minta PT Transportasi Jakarta menjelaskan secara obyektif terkait PT Tritunggal Mitra Perdana yang dimenangkan dalam proses lelang ini. Kami butuh jawaban terbuka dan jelas bahwa badan usaha tersebut memenuhi seluruh persyaratan subklasifikasi dan layak jadi pemenang lelang,” tegas Direktur PT DSP, Johnny Siregar, Jumat (9/3).

Dilanjutkan, sebagai pihak peserta lelang yang merasa dicurangi PT DSP juga minta PT Transportasi Jakarta meninjau ulang pengumuman pemenang bernomor 09.14/PMM-DPG/DU/PLL/III/2018, tertanggal 6 Maret 2018.

Tak cuma itu. “Kami juga minta PT Transportasi Jakarta sebagai penyelenggara lelang mengevaluasi ulang dokumen penawaran atas nama PT Tritunggal Mitra Perdana yang tak punya subklasifikasi BG003 tapi dimenangkan dalam proses lelang,” semburnya lagi.

Untuk diketahui, klasifikasi BG003 adalah subklasifikasi jasa pelaksana konstruksi bangunan gudang dan industri. Sedangkan klasifikasi BG009 adalah subklasifikasi jasa pelaksana untuk konstruksi bangunan gedung lainnya.

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *