Perkuat Payung Hukum, IJBC Gandeng BANI

Ketua BANI Erry Firmansyah saling bertukar naskah kerjasama dengan Presiden IJBC Mayra Andrea yang disaksikan langsung Pendiri dan Ketua Dewan Pengawas BANI Anita Kolopaking serta Sutiyoso sebagai Dewan Penasehat IJBC, didampingi Yudhi Komaruddin dan Chappy Hakim sebagi arbiter BANI di Kantor Pusat BANI, Jakarta, Senin (5/3/2018). Photo: TOPIK/Adang

Jakarta – Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) dan Indonesia-Jordan Business Council (IJBC) menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama. Kerja sama tersebut sebagai payung hukum bagi para pelaku usaha yang tergabung dalam IJBC yang ingin menyelesaikan perkara lewat jalur arbitrase.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan langsung oleh Ketua BANI Erry Firmansyah dengan Presiden IJBC Mayra Andrea yang disaksikan langsung Pendiri dan Ketua Dewan Pengawas BANI Anita Kolopaking di Kantor Pusat BANI, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Ketua IJBC Mayra Andrea mengatakan tujuan dari kerja sama tersebut ialah ingin mempertegas payung hukum agar bisa mencegah terulangnya permasalahan-permasalahan sengketa atas kontrak-kontrak atau perjanjian bisnis yang memiliki permasalahan di kemudian hari baik pengusaha Indonesia maupun Jordania.

“Kerja sama IJBC dengan BANI diharapkan dapat memberikan proteksi atau perlindungan hukum bagi anggota-anggota IJBC untuk mendapatkan solusi untuk suatu permasalahan, Kami sepakat bekerjasama dengan BANI untuk memberikan solusi bagi pelaku usaha Indonesia dan Jordania ” ujar Mayra.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas BANI Anita Kolopaking mengatakan arbitrase adalah jalan penengah dalam sebuah sengketa. Hal ini membuat pengusaha tidak harus mendatangi pengadilan yang biasanya memakan waktu lama dan confidential.

“Selain prosesnya yang cepat, penyelesaian sengketa di badan arbitrase murah dan kerahasiaannya terjamin,” ujarnya.

Menurut Anita, saat ini masyarakat bisnis telah banyak menggunakan BANI sebagai lembaga penyelesaian sengketa bisnis di luar peradilan umum. Menurut dia, pelaku usaha apalagi pelaku usaha lintas negara perlu kejelasan kepastian hukum. Perusahaan telah menyadari pentingnya menjaga kerahasiaan dalam menyelesaikan sengketa bisnis.

Ia mengatakan waktu yang singkat dan pengadilan yang tertutup dicari dan menjadi pertimbangan para pelaku usaha. Meski dalam arbitrase penyelesaian konflik berdasarkan suatu kesepakatan atau perjanjian, status hukum putusan arbitrase setara dengan pengadilan.

“Mengikat dan final, beda dengan pengadilan yang bisa naik banding,” pungkas Anita.

Tampak para pengurus dari BANI dan IJBC berphoto bersama usai penandatanganan kerjasama. Photo: TOPIK/Adang

Kedepannya BANI dan IJBC akan melakukan sosialisasi kepada anggota IJBC yang saat ini anggotanya berjumlah sekitar 3100 yang terdiri dari pengusaha menengah ataupun perusahaan BUMN yang tergabung di council, berupa shortcourse maupun workshop baik di Indonesia maupun di Jordan. [Adang]

banner 300x250
banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *